Dari Lumpur Menjadi Harapan, Babinsa dan Warga Bangun Kembali Jembatan Garuda di Tobongon

0

BOLTIM – Di tengah aliran sungai yang masih membawa jejak sisa banjir, tiga sosok tampak berdiri di dalam genangan lumpur. Sekop demi sekop mereka ayunkan, mengangkat tanah yang mengendap dan membuka kembali ruang bagi pondasi yang akan menopang sebuah harapan baru. Di lokasi itulah semangat gotong royong tumbuh, menyatukan TNI dan masyarakat dalam satu tujuan yaitu menghadirkan kembali akses yang menjadi urat nadi kehidupan warga.

Pemandangan tersebut terlihat di lokasi Jembatan Garuda Desa Tobongon Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Babinsa Koramil 1303-03/Modayag Serka Sutarno, bersama warga setempat melaksanakan penggalian pondasi jembatan yang sebelumnya tertutup material akibat banjir, Minggu (21/06/2026).

Meski pekerjaan dilakukan di medan yang tidak mudah namun semangat para pekerja tidak surut. Lumpur yang menggenang dan material yang masih tersisa justru menjadi tantangan yang dihadapi bersama demi mempercepat pembangunan.

Saat ini progres pekerjaan pondasi telah mencapai sekitar 12 persen. Tahapan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam pembangunan Jembatan Garuda yang merupakan salah satu titik pembangunan jembatan terbaru di wilayah Kodim 1303/Bolmong sebagai bagian dari program pemerintah yang bertujuan memperkuat infrastruktur dan konektivitas masyarakat.

Bagi warga Desa Tobongon, jembatan bukan sekadar bangunan penghubung dua sisi sungai. Jembatan adalah jalur aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga sarana yang memudahkan masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembangunan ini disambut dengan antusias dan dukungan penuh dari masyarakat.

Babinsa Koramil 1303-03/Modayag Serka Sutarno, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah proses pembangunan merupakan bentuk komitmen untuk selalu bersama rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi setiap tantangan. Melalui gotong royong ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh warga,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan terbesar pembangunan bukan hanya terletak pada alat berat atau material konstruksi, tetapi pada kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.(Farisa)