Ditengah Aksi Jalur Maut, Anggota DPRD Kota Pasuruan dari PPP Tak Terlihat, Banner di Bukir Mendadak Lenyap
Kota Pasuruan, indo-news.id – Aksi tabur bunga, doa bersama, dan baca surat yasin, tahlil di jalur yang dijuluki warga sebagai “Jalur Maut” Jalan Gatot Subroto kembali menyedot perhatian publik. Aksi ini digelar sebagai bentuk duka atas korban kecelakaan yang terjadi akibat pengalihan arus proyek perbaikan Jembatan Bukwedi, Kamis (18/6/2026).
Ditengah terik matahari dan kepulan debu jalanan, puluhan warga bersama GM-FKPPI Kota Pasuruan turun ke jalan menyuarakan tuntutan keselamatan pengguna jalan.
Namun suasana aksi berubah menjadi sorotan ketika Ketua GM-FKPPI Kota Pasuruan, Ayi Suhaya, SH, melontarkan kritik keras terhadap para wakil rakyat yang dinilai tidak hadir di lokasi aksi.
“Satu pun anggota dewan, terutama dari Dapil Gadingrejo, tidak ada yang berani menampakkan batang hidungnya hari ini untuk berdiri bersama rakyat yang berduka,” tegas Ayi dalam orasinya.
Ia menilai keluhan masyarakat terkait dampak pengalihan arus selama proyek Jembatan Bukwedi sudah berlangsung hampir dua bulan, namun belum juga mendapat penanganan maksimal.
Ayi bahkan menyindir fungsi wakil rakyat yang dianggap mulai jauh dari aspirasi masyarakat.
“Jangan sampai fungsi dewan itu bergeser menjadi 3D, Datang, Duduk, Duit, makan gaji buta, Saat mau pilihan saja mendekat sama rakyat, jika sudah terpilih tidak mau mengawal aspirasinya rakyat, sementara rakyat bertaruh nyawa di jalanan ini,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta aksi.
Anggota Dewan dari PPP Tak Terlihat Saat Aksi, Banner di Bukir Mendadak Lenyap
Namun saat aksi berlangsung, perhatian warga justru tertuju pada absennya anggota dewan dari PPP Kota Pasuruan yang sebelumnya dikenal aktif menyuarakan persoalan jalur tersebut.
Ditengah warga yang berpanas-panasan menyampaikan aspirasi, sosok anggota dewan PPP tersebut sama sekali tidak tampak hadir di lokasi aksi.
Bahkan, yang menjadi sorotan, banner bergambar dirinya yang sehari sebelumnya masih terpampang di kawasan pertigaan Bukir, mendadak lenyap saat aksi digelar, memunculkan tanda tanya di kalangan warga yang hadir.
Menanggapi persoalan jalur alternatif Bukwedi, H. Aris dari PPP Kota Pasuruan sebelumnya telah menyampaikan bahwa dirinya tidak diam dan tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan yang terjadi di lapangan.
Klarifikasi H. Aris (Sebelum Aksi)
Menanggapi persoalan jalur alternatif Bukwedi, H. Aris dari PPP Kota Pasuruan sebelumnya telah menyampaikan bahwa dirinya tidak diam dan tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan yang terjadi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Haji Kasan merupakan pihak yang juga sangat terdampak dan kerap menerima berbagai kritik dari masyarakat, namun tetap berkomitmen mendukung dan mengawal aspirasi warga.
“Saya gak diam, saya gak tinggal diam saja mas. Mungkin saya dan Mas Haji Kasan dewan yang sangat terdampak, dicaci warga berbagai macam-macam. Ya kita terima, tapi kita tetap mendukung kok, kita tegas, selalu kita komunikasikan sampai di titik darah penghabisan lah, gimana caranya kita semaksimal mungkin,” ujar H. Aris.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong penyelesaian persoalan tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Dan seandainya ini naudzubillah jangan sampai terjadi lagi, kalau sampai kejadian lagi apalagi sampai mati lagi warga tidak bisa dicegat, ditutup silakan saja, mau diblokade, mau ditutup jalannya silakan, gapapa. Bila perlu saya ikut juga, beneran saya dukung,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih mendesak adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk menjamin keselamatan pengguna jalan di jalur pengalihan arus Jembatan Bukwedi yang kini dikenal sebagai “Jalur Maut”.(Koko)