Polres Pasuruan Kota Bentuk Satgas Polisi Jogo Sekolah, Kapolres Tekankan Perlindungan Generasi Muda

756

Kota Pasuruan, indo-news.id – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja terus diperkuat Polres Pasuruan Kota. Salah satunya melalui pembentukan Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang melibatkan unsur kepolisian, tenaga pendidik, hingga para pelajar.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Senin (2/11/2026) pukul 07.30 WIB.

Apel dipimpin langsung Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H. Kegiatan tersebut diikuti Kasatbinmas AKP Saiful Anam, S.H., para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, Kanitbinmas, Bhabinkamtibmas, serta personel Polres Pasuruan Kota.

Turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perwakilan kepala sekolah, guru, serta pelajar tingkat SMP dan SMA. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam membangun sistem perlindungan bagi generasi muda di lingkungan pendidikan.

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo menegaskan bahwa Polisi Jogo Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga para pelajar dari berbagai pengaruh negatif yang berpotensi merusak masa depan mereka.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, serta meraih cita-cita.

“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para pelajar untuk belajar, berkembang, serta meraih cita-cita. Karena itu, kita harus hadir melalui pendekatan yang edukatif, persuasif, dan humanis. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta para pelajar itu sendiri,” ungkapnya.

Melalui pembentukan satgas tersebut, Polres Pasuruan Kota mengedepankan langkah preemtif dan pendekatan humanis untuk mengantisipasi sejumlah persoalan yang kerap mengancam kalangan pelajar.

Di antaranya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, tawuran antarpelajar, judi online, hingga kejahatan siber yang menyasar anak-anak.

Kapolres juga mengajak para pelajar agar memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk perilaku negatif, membangun pergaulan yang sehat, saling menghormati, serta tidak ragu melaporkan kepada guru maupun pihak kepolisian apabila menemukan persoalan di lingkungan sekolah.

Tak hanya melibatkan aparat dan tenaga pendidik, pengurus OSIS serta para pelajar juga didorong mengambil peran sebagai agent of change atau agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang positif, disiplin, dan menjunjung tinggi sikap saling menghargai.

Dengan terbentuknya Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah, Polres Pasuruan Kota berharap upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui koordinasi antara kepolisian, sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan para pelajar.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehadiran Polri di tengah dunia pendidikan, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi dan perlindungan bagi generasi penerus bangsa.(Koko)