Hengky Honandar Sampaikan Pesan Menpora di Hari Sumpah Pemuda 

16

BITUNG, Indo-news.id — Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (28/10/2026).

Dalam momentum bersejarah tersebut, Hengky membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menekankan pentingnya membentuk generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih, dan memiliki empati terhadap sesama.

Upacara diikuti aparatur sipil negara (ASN), pelajar sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK), serta mahasiswa dari perguruan tinggi.

Hadir pula undangan dari unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dan jajaran pejabat struktural Pemerintah Kota Bitung.

Turut hadir Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos, Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh SE, para staf ahli wali kota, asisten, serta kepala perangkat daerah (KPD) di lingkungan Pemkot Bitung.

Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Wali Kota Hengky Honandar, ditegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan memperkuat karakter generasi penerus bangsa.

Ia mengingatkan kembali peristiwa 98 tahun silam, ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan berbagai perbedaan dan memperkuat tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yakni Indonesia.

Semangat yang lahir dari Sumpah Pemuda, harus terus hidup dalam kehidupan generasi masa kini. Nilai-nilai persatuan tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi perlu diwujudkan melalui karakter, sikap, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Juga disampaikan bahwa membangun Indonesia yang maju tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung, perkembangan teknologi, ataupun peningkatan kekayaan.

Kemajuan sejati justru berawal dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang patriotik, gigih, dan berempati.

Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus memastikan kemajuan bangsa tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Patriotisme, sebagaimana ditekankan dalam sambutan Menpora, bukan sekadar ungkapan cinta kepada Indonesia.

Kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan melalui pengabdian, tanggung jawab, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, sikap gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak terpuruk saat mengalami kegagalan, serta tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Adapun empati menjadi landasan penting agar generasi muda tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain.

Kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dengan kesediaan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sambutan tersebut mengingatkan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, kejayaan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan yang mengabaikan nilai kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.

Pesan berikutnya ditujukan kepada para pemuda Indonesia agar berani bermimpi besar, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Namun, kekuatan dan keberanian itu harus tetap disertai kelembutan hati serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Generasi muda juga didorong untuk berani mengambil peran sebagai pemimpin sekaligus memiliki kerendahan hati untuk melayani.

Pemuda diharapkan mampu berdiri tegak membela kepentingan bangsa, tetapi tetap bersedia mengulurkan tangan kepada sesama yang membutuhkan dukungan.

Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan setiap generasi muda diharapkan menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.

Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi energi untuk berkarya, berinovasi, menjaga persatuan, dan berkontribusi bagi pembangunan.

Menpora menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati terhadap kemanusiaan.