Karhutla Lereng Gunung Ringgit dan Welirang Putuskan Pasokan Air, TNI-Polri Turun Bantu Warga
Pasuruan, indo-news.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Ringgit dan Gunung Welirang membawa dampak bagi warga di Kelurahan Ledug dan Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pipa penyalur air dari kawasan pegunungan sehingga aliran air bersih ke permukiman warga terhenti, Jumat (23/10/2026).
Terhentinya pasokan air bersih membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama ini, warga mengandalkan sumber air dari kawasan pegunungan yang dialirkan melalui jaringan pipa menuju permukiman. Namun, kebakaran yang melanda kawasan tersebut turut merusak jaringan penyaluran air.
Kondisi ini mendorong perlunya penanganan cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan jaringan pipa yang terdampak kebakaran.
Merespons situasi tersebut, TNI dan Polri bersinergi membantu masyarakat melalui pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak. Serda Lutfi, Babinsa Koramil 0819/Prigen, turut terjun langsung dalam upaya membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari selama pasokan dari sumber pegunungan belum kembali normal.
Serda Lutfi menyampaikan bahwa bantuan distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana karhutla.
“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi warga. Akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Ringgit dan Welirang, pipa penyalur air yang selama ini digunakan masyarakat ikut terbakar sehingga aliran air terhenti,” ujarnya.
Ia menambahkan, bersama Polri, pihaknya berupaya membantu masyarakat agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat tersebut.
“Kami berupaya membantu warga melalui pendistribusian air bersih agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Kami berharap masyarakat tetap tabah menghadapi kondisi ini dan bersama-sama menjaga keselamatan serta lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sinergi TNI-Polri dalam penyaluran air bersih menjadi langkah tanggap untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat terus meringankan kesulitan warga sembari menunggu pemulihan jaringan pipa yang rusak akibat kebakaran.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelestarian alam, tetapi dapat mengganggu kebutuhan dasar masyarakat yang bergantung pada sumber daya air dari kawasan pegunungan.(Koko)