BITUNG, Indo-news.id— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Potong, Apela, Kota Bitung, berdampak langsung terhadap jaringan distribusi air bersih milik Perumda Air Minum Duasudara Bitung.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (25/9/2026) sore tersebut menyebabkan kerusakan dan kebocoran signifikan pada pipa distribusi berdiameter 300 milimeter.
Jaringan pipa itu merupakan bagian penting dari sistem pelayanan air bersih untuk pelanggan yang berada di wilayah zona tiga dan zona empat.
Akibat kebocoran tersebut, distribusi air bersih ke sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas pemerintahan, termasuk rumah dinas, mengalami gangguan.
Mengetahui adanya kerusakan pada jaringan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Duasudara Bitung, Alfred Salindeho SE MM, langsung menginstruksikan tim teknis untuk turun ke lapangan melakukan pemeriksaan, penanganan, dan perbaikan.
Tim teknis kemudian bergerak melakukan perbaikan terhadap bagian pipa yang mengalami kebocoran.
Penanganan dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan jaringan sekaligus mengurangi dampak gangguan pelayanan kepada pelanggan.
Berkat penanganan tersebut, perbaikan pipa dilaporkan selesai pada Sabtu (26/9/2026) pagi.
Setelah pekerjaan fisik rampung, jaringan kemudian memasuki tahap normalisasi untuk mengembalikan tekanan dan aliran air secara bertahap ke wilayah terdampak.
Alfred mengatakan, kondisi musim kemarau membuat manajemen Perumda Air Minum Duasudara harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan jaringan, termasuk kerusakan yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan.
“Kami ekstra siaga di musim kemarau ini karena sudah beberapa kasus pipa bocor, dampak karhutla. Dan itu membutuhkan penanganan serius,” kata Alfred Salindeho.
Menurutnya, gangguan jaringan akibat karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran vegetasi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap infrastruktur pelayanan publik yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Pipa 300 yang mengalami kebocoran tersebut diketahui melayani sejumlah wilayah dalam cakupan zona tiga dan zona empat.
Wilayah terdampak meliputi Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Dinas DPRD, Paceda Kompleks Metal, Paceda Puncak Indah, Paceda Kompleks Puskesmas Lama, Lorong Kubur Paceda dan Paceda Lorong Tower.
Gangguan juga dirasakan pelanggan di Kompleks Kubur Wangurer Utara, Belakang Kodim, serta sejumlah kawasan di Kolombo, yakni Kolombo Kampis, Kolombo Aspal, Kolombo Vietnam, Kolombo Nafiri dan Kolombo Perjuangan.
Selain itu, wilayah Perum San Paolo, Kompleks Bak Kakenturan dan Kompleks KUA turut masuk dalam daftar kawasan yang terdampak gangguan distribusi akibat kebocoran jaringan tersebut.
Manajemen Perumda Air Minum Duasudara Bitung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang mengalami gangguan pasokan air bersih selama proses penanganan berlangsung.
Pihak Perumda memastikan pasokan air ke wilayah terdampak akan berangsur normal seiring dengan proses normalisasi jaringan.
Pelanggan diminta memahami bahwa pemulihan distribusi dilakukan secara bertahap setelah pekerjaan perbaikan selesai.
Kecepatan penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Air Minum Duasudara menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Manajemen juga menyatakan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan jaringan, khususnya apabila terjadi karhutla di sekitar kawasan yang memiliki infrastruktur pelayanan air bersih.
Perumda Air Minum Duasudara turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelanggan atas kesabaran selama proses perbaikan dan pemulihan distribusi berlangsung.
Dengan selesainya perbaikan pipa 300 pada Sabtu pagi, pelayanan air bersih di sejumlah kawasan zona tiga dan zona empat diharapkan kembali berjalan secara bertahap hingga kondisi jaringan sepenuhnya normal.