Ayik Suhaya Peringatkan Pejabat Kota Pasuruan, Jangan Beri “Angin Surga” Soal Pengalihan Truk Jalur Gatot Subroto
Kota Pasuruan, indo-news.id – Hasil audiensi antara Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Bersatu dengan Pemerintah Kota Pasuruan terkait pengalihan arus kendaraan berat di Jalan Gatot Subroto belum sepenuhnya memuaskan. Warga menegaskan akan terus mengawal realisasi kebijakan tersebut hingga proyek perbaikan Jembatan Bukwedi benar-benar selesai, Jumat (26/6/2026).
Koordinator Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Bersatu, M. Fatkhulloh, mengatakan masyarakat mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan yang mulai mengalihkan arus truk besar dari arah Kraton. Namun, pihaknya menolak jika kebijakan itu hanya bersifat sementara sebagaimana informasi yang menyebut pengalihan hanya berlaku hingga 3 Juli.
“Kami meminta pengalihan arus truk diberlakukan sampai proyek Jembatan Bukwedi selesai. Jangan hanya beberapa hari, karena yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan warga di sepanjang Jalan Gatot Subroto,” tegas Fatkhulloh.
Menurutnya, audiensi juga belum memberikan kepastian yang diharapkan masyarakat. Selain itu, ketidakhadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan dalam pertemuan tersebut turut menjadi sorotan.
Forum menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Apabila truk besar kembali melintas sebelum proyek jembatan rampung, masyarakat bersama berbagai elemen siap menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk protes.
Senada dengan itu, Ketua GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) , Ayik Suhaya,S.H., mengingatkan agar pemerintah tidak memberikan harapan palsu kepada masyarakat.
“Jangan sampai pemerintah, baik Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD Kota Pasuruan maupun Kepala Dinas Perhubungan hanya memberikan angin surga. Kalau pengalihan hanya enam hari, lalu setelah itu truk kembali melintas, maka potensi kemacetan dan kecelakaan yang merenggut korban jiwa bisa kembali terjadi. Masyarakat menginginkan pengalihan arus diberlakukan sampai proyek Jembatan Bukwedi selesai, bukan hanya sementara,” tegas Ayik.
Ia menambahkan, apabila pemerintah tidak menepati komitmen tersebut, masyarakat bersama LSM dan insan pers siap menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tuntutan kepada para pemangku kebijakan.
“Kalau pengalihan arus tidak dijalankan sampai proyek selesai dan truk kembali melintas, kami bersama masyarakat, LSM, dan wartawan akan melakukan aksi besar-besaran. Kami akan meminta pertanggungjawaban para pemangku kebijakan karena keselamatan masyarakat tidak boleh dipermainkan,” ujarnya.
Ayik juga melontarkan kritik keras kepada para pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kalau memang tidak mampu menjalankan amanah dan melindungi masyarakat, silakan mundur dari jabatannya. Jangan hanya memberikan angin surga kepada rakyat. Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD, dan seluruh pejabat digaji dari uang rakyat, sehingga wajib bekerja memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tandasnya.
Warga berharap kebijakan pengalihan arus truk dari arah Kraton benar-benar diterapkan secara konsisten hingga Jembatan Bukwedi selesai dikerjakan, sehingga keresahan masyarakat dan risiko kecelakaan di Jalan Gatot Subroto dapat diminimalkan.(Koko)