Pedagang Menjerit, Ayi Suhaya Semprot Pejabat Kota Pasuruan, Tak Pro Rakyat, Lebih Baik Mundur!

0

Kota Pasuruan, indo-news.id – Nasib pedagang kecil di Pasar Tradisional Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali menjadi sorotan. Di tengah kondisi pasar yang sepi dan pendapatan pedagang yang terus merosot, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur melontarkan kritik keras kepada jajaran Pemerintah Kota Pasuruan.

Dipimpin langsung Wakil Gubernur LIRA Jatim, Ayi Suhaya, SH, bersama tokoh masyarakat Zainul Jidoor, Ajiz, dan Tofa, aksi penyampaian aspirasi digelar di kawasan pasar pada Minggu (21/6/2026).

Di hadapan para pedagang, Ayi menilai pemerintah belum menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pelaku UMKM dan pedagang tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat kecil.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota jangan 3D, datang, duduk, duit saja!” Ungkap ayi dengan Nada Tegas.

Menurutnya, kondisi Pasar Karangketug saat ini sangat memprihatinkan. Banyak pedagang masih berjualan di emperan dengan fasilitas seadanya. Saat panas mereka kepanasan, saat hujan harus menghadapi genangan dan cipratan air.

Lebih memprihatinkan lagi, pendapatan pedagang disebut terus merosot.

“Kondisi ekonomi pedagang di Pasar Karangketug saat ini sangat mencekik. Pendapatan mereka hanya sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per hari. Bahkan sering kali dagangan tidak laku sama sekali karena pasar sepi dan tidak tertata,” tegasnya.

Ayi juga menyoroti kondisi pasar yang dinilai semrawut dan tidak memiliki penataan yang berpihak kepada pedagang. Terpal-terpal darurat yang dipakai alas untuk berjualan dinilai menjadi bukti minimnya perhatian pemerintah terhadap pasar rakyat.

Dalam orasinya, Ayi secara tegas meminta pejabat yang tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat untuk mengevaluasi diri.

“Kalau Wali Kota tidak pro rakyat, tidak amanah dan tidak sesuai komitmen visi misinya, silakan mengundurkan diri dari jabatannya. Kadisperindag, Kadishub, termasuk Kepala UPT Pasar Karangketug juga demikian. Kalau tidak mampu dan tidak punya komitmen terhadap rakyat, lebih baik mundur,” tegasnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Zainul Jidoor menilai pemerintah harus segera menunjukkan langkah konkret untuk membangkitkan ekonomi pedagang kecil.

“Kami meminta pemerintah, terutama Wakil Wali Kota (N2), menunjukkan komitmen nyata membangun UKM dan pedagang. Kalau tidak berpihak kepada rakyat kecil, silakan mengundurkan diri secara terhormat,” ujarnya.

Aksi tersebut mendapat dukungan dari para pedagang yang selama ini mengaku kesulitan bertahan di tengah lesunya aktivitas pasar. Mereka berharap suara yang disampaikan Wagub LIRA Jatim tidak hanya menjadi kritik, tetapi mampu mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pedagang kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Pasuruan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan terkait kritik dan tuntutan yang disampaikan Wagub LIRA Jatim.(Koko)