Media Jadi Garda Terdepan Demokrasi, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Ajak Jaga Independensi Pers

0

Kota Pasuruan, indo-news.id – Momentum Hari Kebebasan Pers dimaknai sebagai pengingat pentingnya peran media dalam menjaga kualitas demokrasi. Di tengah dinamika politik dan pemerintahan, media dinilai menjadi pilar utama dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kontrol terhadap kekuasaan tetap berjalan dengan baik, Kota Pasuruan, Minggu (03/05/2026).

Dalam sistem demokrasi modern, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kekuatan kontrol sosial yang mampu menjaga keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat.

Peran ini semakin krusial, terutama setelah proses pemilu usai dan para pemimpin terpilih mulai menjalankan mandatnya.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menegaskan bahwa fungsi pengawasan tidak berhenti pada tahapan pemilu semata.

Justru pada fase pasca pelantikan, media memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengawal jalannya pemerintahan.

“Media memiliki peran penting sebagai pengawas informal yang menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dalam konteks pasca pelantikan, media diharapkan tetap kritis dan independen dalam mengawal jalannya pemerintahan serta mendorong partisipasi publik dalam pengawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu sejatinya merupakan sistem berlapis (multi-layered oversight system) yang melibatkan berbagai elemen.

Dalam hal ini, Bawaslu menjalankan pengawasan formal melalui mekanisme kelembagaan dan regulasi, termasuk pencegahan politik uang serta pengawasan netralitas ASN, TNI, dan Polri.

Sementara itu, media hadir sebagai pengawas informal yang membuka ruang transparansi serta mengungkap potensi pelanggaran.

Di sisi lain, masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan partisipatif melalui keterlibatan aktif dalam proses demokrasi.

“Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan lembaga formal. Kolaborasi dengan media dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga integritas pemilu dan kualitas demokrasi,” imbuh Vita.

Meski demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi media saat ini, mulai dari tekanan ekonomi, kepentingan politik, hingga disrupsi digital yang berpotensi memengaruhi independensi dan kualitas pemberitaan.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan tersebut, komitmen terhadap profesionalisme dan integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Media diharapkan tetap berdiri sebagai penjaga kebenaran dan penyampai informasi yang objektif bagi publik.

Peringatan Hari Kebebasan Pers pun menjadi refleksi bersama bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud dengan kehadiran media yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab.

Tanpa media yang independen, keseimbangan demokrasi akan terganggu, dan tanpa pengawasan yang kuat, substansi demokrasi berpotensi melemah.

Dengan semangat kolaborasi antara Bawaslu, media, dan masyarakat, diharapkan kualitas demokrasi di Kota Pasuruan terus terjaga dan semakin matang di masa mendatang.(Koko)