BITUNG, Indo-news.id — Anggota DPRD Kota Bitung dari Fraksi Partai Golkar, Cherry Mamesah, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menyeret namanya bersama sejumlah anggota DPRD lainnya saat berada di Bali.
Dalam klarifikasinya, Cherry menegaskan bahwa aktivitas yang terekam dalam video tersebut terjadi di luar jam kerja resmi.
Menurut Cherry Mamesah, video yang beredar di media sosial itu diambil pada hari Sabtu, saat seluruh agenda kedewanan telah selesai dilaksanakan.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari tugas resmi DPRD, melainkan aktivitas pribadi di luar waktu dinas.
“Video itu terjadi hari Sabtu, sudah di luar kegiatan kerja,” ujar Cherry dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Cherry juga menanggapi isu yang berkembang terkait penggunaan anggaran negara.
Ia memastikan bahwa tidak ada dana negara yang digunakan dalam aktivitas yang menjadi sorotan publik tersebut.
Seluruh biaya perjalanan, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi hotel, disebut masih menggunakan dana pribadi masing-masing anggota.
“Tidak ada biaya negara yang dikeluarkan. Semua masih menggunakan uang pribadi, baik tiket maupun hotel,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme perjalanan dinas yang biasa dilakukan anggota DPRD.
Menurutnya, dalam praktiknya, anggota dewan kerap menggunakan dana pribadi terlebih dahulu untuk perjalanan, kemudian baru dilakukan klaim penggantian ke Sekretariat DPRD setelah kegiatan selesai.
Namun demikian, Cherry Mamesah menyampaikan sikap pribadinya yang berbeda.
Ia menegaskan tidak akan mengajukan klaim penggantian biaya untuk perjalanan tersebut, sehingga seluruh pengeluaran benar-benar ditanggung secara pribadi.
“Untuk saya pribadi, tidak akan melakukan klaim. Jadi murni menggunakan anggaran pribadi,” tegasnya.
Di sisi lain, Cherry juga menyoroti substansi dari kunjungan yang dilakukan ke luar daerah tersebut.
Ia menyebut bahwa selama menjalankan tugas, pihaknya memperoleh berbagai informasi dan referensi yang dinilai bermanfaat untuk pengembangan dan kemajuan Kota Bitung ke depan.
“Selama menjalankan tugas, banyak informasi baik yang kami terima untuk nantinya bisa dipraktikkan di Kota Bitung,” ungkapnya.
Terkait berbagai tanggapan dan kritik yang muncul dari masyarakat akibat viralnya video tersebut, Cherry memilih untuk tidak memperdebatkan.
Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada publik tanpa memberikan reaksi berlebihan.
“Silakan masyarakat menilai, saya tidak mempermasalahkan,” ujarnya singkat.
Pernyataan ini menjadi bagian dari dinamika polemik yang berkembang di tengah masyarakat terkait etika pejabat publik, penggunaan anggaran, serta batas antara aktivitas pribadi dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan aksi hiburan sejumlah anggota DPRD Kota Bitung di Bali sempat menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati daerah yang menilai tindakan tersebut kurang tepat di tengah kondisi daerah.
Meski demikian, klarifikasi dari Cherry Mamesah memberikan perspektif lain, khususnya terkait waktu pelaksanaan kegiatan dan sumber pembiayaan yang digunakan.
Hingga saat ini, polemik terkait video viral tersebut masih menjadi perhatian publik. Transparansi serta akuntabilitas dari para pejabat publik dinilai menjadi hal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.