SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus (YSK) melantik 134 pejabat Administrator dan Pengawas.
Diantara 134 tersebut, terdapat Karen Truly Sanger, A.Md yang dipercayakan diposisi sebagai pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Karen resmi dilantik dalam Jabatan Baru sebagai Kepala Sub Bagian Administration Kesekretariatan pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, (11/06/ 2026),di ruang Mapalus Kantor Gubernur.
Karen yang ditemui seusai pelantikan menyatakan bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yesus atas berkat yang diterima kasih.
Ia pun menyampaikan berterima kasih kepada Gubernur Yulius Selvanus atas kepercayaan dijabatan baru ini.
‘Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab yang diemban dan akan menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan perintah Gubernur Yulius Selvanus,”ungkap Karen.
Kata Karen, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan amanat Gubernur akan dilakukannya.
“Pesan Gubernur, prinsip kehati-hatian harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga oleh seluruh aparatur akan selalu diingat dan jalankan,”lugas Karen.
Sebelumnya, dalam sambutan, Gubernur menegaskan bahwa jabatan Administrator dan Pengawas bukan sekadar posisi struktural dalam pemerintahan, melainkan memiliki peran vital sebagai pengendali, penyaring, sekaligus analis utama dalam proses penyusunan kebijakan pemerintah.
“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Mari bekerja bersama untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Yulius Selvanus memberikan arahan tegas terkait pentingnya ketelitian dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setiap laporan, maupun usulan yang diproses harus melalui kajian yang cermat sebelum diteruskan kepada pimpinan.
Gubernur mengingatkan agar para Administrator dan Pengawas tidak hanya berperan sebagai penerus berkas, tetapi harus mampu memastikan validitas data,
menganalisis substansi persoalan, serta memahami dampak dari setiap kebijakan yang akan diambil.
“Jangan hanya sekadar meneruskan laporan. Lihat secara jeli, periksa substansinya, telaah dampaknya, dan pastikan seluruh data yang disampaikan benar. Ketelitian di tingkat Administrator dan Pengawas menjadi kunci agar setiap keputusan yang diambil pimpinan benar-benar berdasarkan informasi yang akurat,” tegasnya.
Menurut Gubernur, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas proses yang terjadi di tingkat administrasi dan pengawasan.
Karena itu, prinsip kehati-hatian harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga oleh seluruh aparatur.