Puluhan Pipa Bocor Akibat Akar Mahoni, Perumda Air Minum Duasudara Dorong Solusi Cepat Demi Kelancaran Air Bersih

0

BITUNG, Indo-news.id—Akar pohon mahoni yang tumbuh di sepanjang jalan protokol Kota Bitung kini menjadi ancaman serius bagi infrastruktur pipa milik Perumda Air Minum Duasudara. 

Kondisi ini bukan sekadar potensi, tetapi sudah terbukti menimbulkan kerusakan nyata, dengan tercatat sekitar 50 kasus pipa bocor yang disebabkan oleh desakan akar pohon tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho SE MM, mengungkapkan bahwa persoalan ini menjadi perhatian serius pihaknya. 

Akar pohon mahoni yang terus berkembang di bawah tanah dinilai memiliki daya tekan yang kuat sehingga mampu merusak jaringan pipa air bersih yang tertanam di sekitarnya.

“Sudah sekitar 50 kasus pipa bocor yang terjadi akibat akar pohon mahoni di sepanjang jalan protokol. Ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan distribusi air bersih kepada pelanggan,” ujar Salindeho, Jumat (3/4/2026)

Ia menjelaskan, kerusakan pipa yang berulang tidak hanya berdampak pada terganggunya aliran air bersih, tetapi juga meningkatkan beban operasional Perumda dalam melakukan perbaikan. 

Setiap kebocoran membutuhkan penanganan teknis, waktu, serta biaya yang tidak sedikit, sementara di sisi lain masyarakat membutuhkan pasokan air yang stabil setiap hari.

Masalah ini juga berpotensi memperparah gangguan distribusi air bersih di Kota Bitung jika tidak segera ditangani secara menyeluruh. 

Terlebih, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda, baik untuk keperluan rumah tangga, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi.

Alfred Salindeho menegaskan bahwa jika persoalan akar pohon mahoni ini tidak segera diselesaikan, maka gangguan distribusi air akan terus berulang dan berdampak luas bagi pelanggan Perumda Duasudara. 

Ia pun berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut, baik melalui penataan ulang vegetasi di sepanjang jalan protokol maupun perlindungan tambahan terhadap jaringan pipa.

“Kami berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan. Kebutuhan air bersih adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga distribusinya harus tetap terjaga,” tambahnya.

Selain itu, Perumda Air Minum Duasudara juga terus melakukan evaluasi internal untuk meminimalisir dampak kerusakan pipa. 

Upaya tersebut meliputi peningkatan pengawasan jaringan, respons cepat terhadap laporan kebocoran, hingga perencanaan penguatan infrastruktur di titik-titik rawan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan harus memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh.

Pertumbuhan pohon pelindung seperti mahoni memang memiliki manfaat, namun jika tidak dikelola dengan baik, justru dapat menimbulkan dampak serius terhadap fasilitas publik, termasuk jaringan air bersih.

Dengan meningkatnya jumlah kasus pipa bocor akibat akar pohon, kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumda, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci untuk menemukan solusi jangka panjang. 

Diharapkan, langkah penanganan yang tepat dapat menjaga kelancaran distribusi air bersih di Kota Bitung dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.