Redam Ketegangan Tonom-Ibolian, Forkopimda Kedepankan Dialog dan Hukum

14

BOLMONG – Ketika situasi di tengah masyarakat membutuhkan ketenangan, kehadiran aparat bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan ruang untuk mendengar, memahami dan mencari jalan keluar bersama.

Semangat itulah yang terlihat saat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bolaang Mongondow turun langsung menemui masyarakat Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur, Rabu (23/09/2026).

Kegiatan tatap muka dan mediasi tersebut dilaksanakan di kediaman Sangadi Desa Tonom, Jein Wales, sekitar pukul 14.15 WITA, sebagai bagian dari langkah bersama untuk meredam situasi pascakejadian yang melibatkan warga Desa Tonom dan Desa Ibolian.

Kegiatan dihadiri Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, S.E., Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, Mayor Cba Selfianus Patah, S.H. selaku Dantim Intelrem 131/Stg, Kaban Kesbangpol Bolmong Deker Rompas, Kasat Pol-PP Bolmong Zulkifli Binol, Kadis Kesehatan Bolmong I. Ketut Kola, S.Pm., serta Sangadi Desa Tonom Jein Wales.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masyarakat Desa Tonom menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain penanganan dan pengobatan bagi warga yang menjadi korban luka, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Masyarakat juga mengharapkan persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan golongan, suku maupun agama, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Bupati Bolaang Mongondow menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bolmong akan memprioritaskan penanganan dan pengobatan terhadap korban luka. Pemerintah daerah juga mendorong agar persoalan hukum diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.

Di tengah suasana tersebut, peran TNI menjadi bagian penting dalam menjaga agar situasi tetap terkendali. Kehadiran Dandim 1303/Bolmong menunjukkan sinergi antara unsur pemerintah daerah, TNI dan seluruh komponen masyarakat dalam mencegah berkembangnya konflik.

Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo menekankan pentingnya seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Situasi seperti ini harus kita hadapi dengan kepala dingin. Jangan sampai persoalan yang terjadi berkembang menjadi aksi balas dendam yang justru merugikan masyarakat sendiri. TNI bersama Forkopimda akan terus mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, sementara proses hukum kita percayakan kepada aparat yang berwenang,” ujar Dandim.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta menjaga komunikasi di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Desa (Sangadi) Desa Tonom turut mengajak para tokoh masyarakat, orang tua dan kaum ibu untuk bersama-sama menjadi penyejuk suasana, termasuk mengingatkan anggota keluarga agar tidak terlibat dalam aksi tawuran antarkampung.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.(Farisa)