FKDM Kota Bitung Perkuat Koordinasi dengan Camat dan Lurah untuk Deteksi Dini Gangguan Keamanan
BITUNG, Indo-news.id — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bitung menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para camat dan lurah se-Kota Bitung dalam rangka memperkuat koordinasi dan sistem deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta potensi bencana alam.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang SH Sarundajang, Kamis (18/6/2026), dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bitung, Forsman Dandel, S.Sos.
FGD tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, kepolisian, kejaksaan, Kodim serta jajaran pengurus FKDM Kota Bitung.
Dalam sambutannya, Forsman Dandel menegaskan pentingnya membangun koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Menurutnya, peran camat dan lurah sangat strategis karena merupakan ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, informasi yang cepat dan akurat dari tingkat kelurahan menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan berbagai persoalan di lapangan.
Sementara itu, Ketua FKDM Kota Bitung, Olha Dotulong Banua, menjelaskan bahwa kegiatan FGD tersebut mengangkat tema “Sosialisasi Pencegahan Dini Gangguan Kamtibmas dan Bencana Alam serta Penanganan Pasca Bencana.”
Menurut Olha, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta memperkuat sinergi antara FKDM, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kelurahan dalam membangun sistem kewaspadaan dini yang efektif.
“FKDM memiliki tugas menghimpun dan mengolah berbagai informasi yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun potensi bencana. Karena itu, kerja sama dengan camat dan lurah sangat penting,” ujarnya.
Olha menambahkan bahwa keberhasilan upaya pencegahan sangat bergantung pada kecepatan informasi yang diterima.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap seluruh lurah dan perangkat kelurahan dapat menjadi mitra aktif FKDM dalam menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa FKDM membutuhkan informasi sejak dini apabila terdapat indikasi gangguan Kamtibmas, konflik sosial, permasalahan masyarakat, maupun kejadian bencana alam yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Kami berharap FKDM dapat menerima informasi dari kelurahan terkait situasi Kamtibmas maupun jika terjadi bencana. Informasi yang cepat akan sangat membantu dalam langkah antisipasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” kata Olha.
Selain membahas langkah pencegahan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya penanganan pasca bencana.
Menurutnya, penanganan yang cepat dan terkoordinasi dapat meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat serta mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga terdampak.
“Kota Bitung sebagai daerah yang memiliki wilayah pesisir, perbukitan, dan kawasan permukiman padat dinilai perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, maupun kebakaran permukiman,” ungkap Olha Banua.
Di sisi lain, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga warga.
Karena itu, FKDM terus mendorong terbentuknya sistem komunikasi yang efektif dari tingkat kelurahan hingga pemerintah kota.
“Melalui kegiatan FGD ini, FKDM Kota Bitung berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan tangguh terhadap bencana,” tambahnya.
“Hasil diskusi juga diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat langkah-langkah kewaspadaan dini demi menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat Kota Bitung,” tutupnya.