Tiga PNS Bawaslu resmi dilantik, Momentum Penguatan Kelembagaan dan Pengabdian Demokrasi
Jakarta, indo-news.id – menyelimuti prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil serta Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya pada 18–22 Mei 2026.
Dalam momentum bersejarah tersebut, tiga pegawai Bawaslu Kota Pasuruan yakni Lisa Rahmania, Karin Puteri Dyantami, dan Dewi Insaneni Ningsih resmi dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bawaslu RI, Rabu (20/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengabdian ketiganya sebagai aparatur negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi dan integritas pemilu di Indonesia.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian para pegawai yang kini resmi menyandang status PNS.
“Selamat kepada Lisa Rahmania, Karin Puteri Dyantami, dan Dewi Insaneni Ningsih. Semoga berkah, amanah, dan mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas serta semangat pengabdian untuk demokrasi,” ujar Vita.
Menurutnya, bertambahnya aparatur sipil negara di lingkungan Bawaslu Kota Pasuruan menjadi energi baru untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pengawasan pemilu yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang status kepegawaian, tetapi tentang kesiapan untuk mengabdi lebih besar demi menjaga marwah demokrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia, Rahmat Bagja, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi PNS di lingkungan penyelenggara pemilu memiliki tantangan tersendiri karena ritme kerja yang mengikuti seluruh tahapan pemilu.
“Di Bawaslu, waktu kerja mengikuti seluruh proses penyelenggaraan pemilu. Akan ada banyak tekanan yang mungkin tidak ditemui di instansi lain,” tegas Rahmat Bagja.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, yang mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan.
Menurutnya, aparatur pengawas pemilu harus mampu menjaga diri, keluarga, kondisi ekonomi, hingga lingkungan sosial agar tidak menjadi celah yang dapat memengaruhi independensi dan profesionalitas dalam bekerja.
Pelantikan ini sekaligus menjadi simbol hadirnya generasi baru aparatur pengawas pemilu yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan, profesionalisme, dan penguatan kelembagaan menuju Bawaslu yang semakin adaptif, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.(Koko)