Ketua DPRD Kota Pasuruan Soroti Keterbatasan Fiskal, Dorong Sinergi Pusat-Daerah dalam Reses Misbakhun

0

Kota Pasuruan, indo-news.id – Ketua DPRD Kota Pasuruan, H.M. Toyib, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat oleh Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H., pada masa reses Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026, Jumat (01/05/2026).

Dalam sambutannya di Kantor Kelurahan Krapyakrejo, H.M. Toyib menyampaikan apresiasi atas komitmen Misbakhun yang dinilai konsisten mengawal aspirasi masyarakat Kota Pasuruan meski memiliki kesibukan di tingkat nasional sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.

“Alhamdulillah beliau ini selalu istiqomah dalam mengawal aspirasi masyarakat. Di tengah kesibukan nasional, masih menyempatkan hadir di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari jajaran pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, hingga pengurus RT/RW yang terus aktif mendukung pembangunan di wilayahnya.

Lebih lanjut, Toyib mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Pemerintah Kota Pasuruan saat ini sedang tidak dalam kondisi ideal.

Adanya kebijakan efisiensi, termasuk pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dan dana bagi hasil, berdampak pada menurunnya kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“APBD kita saat ini sekitar Rp900 miliar, dan sekitar 41 persen digunakan untuk belanja pegawai. Artinya ruang fiskal untuk pembangunan sangat terbatas,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kota Pasuruan, khususnya dari Fraksi Partai Golkar, mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan komunikasi dan koordinasi ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran tambahan.

“Kami berkomitmen mencari solusi melalui proposal ke pusat, termasuk melalui Bapak Misbakhun dan anggota DPR RI lainnya. Tanpa itu, kita akan kesulitan untuk menjalankan pembangunan,” tegasnya.

Toyib juga menyoroti persoalan banjir yang semakin meluas di berbagai wilayah Kota Pasuruan, mulai dari kawasan timur hingga barat, bahkan kini merambah wilayah tengah kota seperti Purworejo.

Ia menilai normalisasi saluran air dan infrastruktur drainase menjadi prioritas mendesak.

“Kalau tidak segera dilakukan normalisasi, ke depan Kota Pasuruan akan menghadapi persoalan serius terkait banjir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah usulan pembangunan infrastruktur telah diajukan ke pemerintah pusat dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk perbaikan jalan dan penanganan banjir.

Menutup sambutannya, Toyib kembali menyampaikan apresiasi kepada Misbakhun atas perhatian dan kontribusinya bagi Kota Pasuruan, serta berharap sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap ke depan dukungan dari pusat semakin besar, sehingga pembangunan di Kota Pasuruan bisa terus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.(Koko).