ktg

Wali Kota Tatong Bara Dan Gubernur Jatim Jadi Narasumber di Webinar UCLG ASPAC

0

KOTAMOBAGU–Terobosan dan inovasi Wali Kota Ir Hj Tatong Bara dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kwalitas perempuan di daerah, rupanya telah diketahui secara luas di tingkat nasional. Bahkan, ketokohan Wali Kota dua periode ini bisa dikatakan nyaris sejajar dengan tokoh-tokoh nasional lainya salah satunya adalah mantan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur.

Ini dibuktikan dengan disandingkannya Wali Kota Ir Hj Tatong Bara dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam seminar nasional yang digelar lewat webinar oleh united cities and local government asia pacific(UCLG ASPAC), yang digelar pada Kamis 12 November 2020.Iya Ibu Wali Kota memang diundang khusus untuk menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut mewakili Wali Kota dan Bupati se Indonesia, sementara yang mewakili Gubernur se Indonesia itu adalah Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, pada webinar upaya dan tantangan pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan berbasis gender dimasa pandemi covid-19,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kotamobagu Sitti Rafiqa Bora SE kepada media, saat dikonfirmasi

Rafiqa juga menambahkan, dipilihnya Wali Kota Kotamobagu oleh UCLG ASPAC sebagai narasumber pada webinar tersebut, mengingat program dan terobosan serta inovasi Wali Kota Tatong Bara sejauh ini, dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan perempuan. “Kenapa ibu Wali Kota Kotamobagu yang terpilih?, karena Ibu Wali Kota dinilai banyak melakukan inovasi-inovasi untuk peningkatan kwalitas dan kesejahteran perempuan di Kota Kotamobagu, pada segala bidang,” tambah Rafiqa.

Diketahui ,ULG ASPAC adalah Organisasi Pemerintah Kota Internasional Lingkup Asia Pasifik, yang belum lama ini tepatnya di tahun 2018, telah melakukan kongres ke-7 dan diikuti kurang lebih 1200 partisipan dari 22 negara yang tersebar di kawasan Asia Pasifik, mulai dari Walikota, Pemerintah Kota, LSM, Akademisi, yang mada akan berbagi ide-ide kreatif dalam pengembangan sebuah kota.