TNI-Polri Perkuat Pendekatan Persuasif untuk Jaga Kondusivitas di Kecamatan Lolayan
BOLMONG — Upaya mencegah perselisihan berkembang menjadi konflik berkepanjangan dilakukan melalui pendekatan dialog antara masyarakat Desa Abak dan Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (1/11/2026). Komandan Kodim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., bersama Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., turun langsung dalam musyawarah yang berlangsung di kediaman Ketua BPD Desa Abak.
Pertemuan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut menjadi ruang komunikasi bagi kedua pihak untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi sekaligus mencegah munculnya ketegangan baru di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu Kabag Ops Polres Kotamobagu Kompol Rusdin Zima, Danramil 1303-04/Lolayan Letda Inf Muslimin, Kapolsek Lolayan AKP Johan Atang, Camat Lolayan Ip Linggotu, S.E., Kepala Desa Abak Hendra Makalusenge, Sekretaris Desa Bombanon Hard Tikonowu, serta sekitar 20 warga.
Dalam arahannya, Kapolres Kotamobagu meminta masyarakat kedua desa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga menyampaikan rencana penyiagaan personel Brimob di Desa Abak dan Desa Bombanon selama tiga hari sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang terjadi. Menurut dia, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh desa, orang tua, dan generasi muda, sangat diperlukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Jangan mudah terprovokasi. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan persaudaraan. Jika ada tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban, segera koordinasikan dengan aparat agar dapat diselesaikan melalui jalur yang tepat dan sesuai hukum,” ujar Dandim Bolmong.
Dandim juga mengajak masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas generasi muda. Ia mendorong para orang tua mengarahkan anak-anak mereka pada kegiatan positif, termasuk mempertimbangkan peluang pengabdian melalui penerimaan calon prajurit TNI AD.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga meminta adanya penertiban penggunaan knalpot bising, penyuluhan hukum bagi pemuda, serta pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan.
Musyawarah berakhir pukul 10.10 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Setengah jam kemudian, personel gabungan TNI-Polri melaksanakan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat di kedua desa. Pengamanan kegiatan melibatkan 25 personel Kodim 1303/Bolmong, 54 personel Polres Kotamobagu, 25 personel Brimob, dan 15 personel Polsek.(Farisa)