Kelurahan Randusari Klarifikasi Pembagian Hadiah Karnaval, Kesalahpahaman Berakhir Kekeluargaan

825

Kota Pasuruan, indo-news.id – Kelurahan Randusari bersama Koordinator Karnaval memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai nominal hadiah perlombaan yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh peserta penampil. Senin (28/9/2026).

Klarifikasi tersebut dilakukan melalui pertemuan dan mediasi langsung dengan dua orang peserta penampil yang merupakan penerima juara. Pertemuan digelar untuk meluruskan adanya kesalahpahaman atau miss communication mengenai alokasi dan penggunaan dana hadiah.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Randusari menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak mengambil keuntungan maupun melakukan pemotongan terhadap dana hadiah yang diperoleh tim.

Seluruh dana apresiasi, menurut pihak kelurahan, diserahkan kepada koordinator dan tim lapangan untuk dikelola dan disepakati bersama sesuai kebutuhan kegiatan.

“Pak Lurah pasrah, tidak minta sepeser pun. Itu haknya kalian semuanya, apresiasi membawa juara. Terserah disepakati untuk apresiasi dan makan-makan bersama,” jelas salah satu perwakilan pimpinan.

Pihak kelurahan juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih dalam ajang karnaval merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim, mulai dari penampil, tim kreatif, tata rias hingga kru pendukung lainnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan/Karnaval memaparkan secara rinci penggunaan dana hadiah yang diterima setelah dikurangi pajak resmi.

Dari hadiah sebesar Rp5 juta, dana bersih yang diterima tercatat sebesar Rp4,3 juta.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk pengembalian sebagian modal awal pembuatan kostum atau rancangan busana secara mandiri yang disebut mencapai sekitar Rp8,5 juta. Selain itu, terdapat kebutuhan operasional berupa sewa armada, mobilisasi serta pengangkutan kostum.

Untuk apresiasi kepada dua penampil utama, masing-masing diberikan uang tunai sebesar Rp250 ribu, sehingga total mencapai Rp500 ribu.

Sementara sebagian dana lainnya dialokasikan untuk apresiasi tim inti, tim pendukung, konsep, tata rias serta kebutuhan pendukung kegiatan.

Koordinator menjelaskan, terdapat dana sebesar Rp1,9 juta yang dialokasikan untuk kegiatan syukuran berupa makan bersama seluruh anggota tim, penari hingga kru make-up.

Menurut koordinator, konsep tersebut dibuat agar hasil perjuangan tidak hanya dirasakan oleh penampil utama, tetapi juga seluruh pihak yang ikut terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan karnaval.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta penampil, Mas Udin, juga menyampaikan keluh kesah terkait kebutuhan operasional pribadi, termasuk pembelian perlengkapan penunjang pementasan yang dinilai belum sebanding dengan nominal uang tunai yang diterimanya.

Keluhan tersebut kemudian dibahas bersama dalam suasana terbuka. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai besarnya kebutuhan operasional tim serta konsep pembagian yang mengedepankan kebersamaan, pertemuan berlangsung kondusif.

Kedua belah pihak akhirnya saling memahami dan sepakat bahwa persoalan tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dalam komunikasi dan koordinasi.

Pertemuan tersebut juga menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan mekanisme pengelolaan hadiah, pembagian apresiasi maupun penggunaan dana dapat disampaikan secara lebih terbuka kepada seluruh anggota tim sejak awal.

Dengan adanya klarifikasi dan hak jawab tersebut, persoalan internal terkait dana hadiah karnaval dinyatakan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Seluruh pihak juga berkomitmen menjaga kekompakan serta terus berkarya untuk membawa nama baik Kelurahan Randusari dalam berbagai kegiatan dan event berikutnya.(Koko)