Rantai Takal Pengaman Pipa Dicuri, Pasokan Air Bersih Terganggu
BITUNG, Indo-news.id— Aksi pencurian aset milik Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung kembali terjadi.
Kali ini, rantai takal pengaman yang terpasang pada jaringan pipa milik perusahaan daerah tersebut dilaporkan dicuri di jalur Kelurahan Apela, Kecamtan Ranowulu, Kota Bitung, Minggu (27/9/2026)
Hilangnya aset pengaman tersebut dibenarkan Direktur Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho SE MM.
Rantai takal pengaman yang dicuri merupakan bagian dari perlengkapan yang terpasang pada pipa berdiameter 300 inci di jalur Apela.
Pencurian tersebut terjadi ketika jaringan pipa sedang mengalami kebocoran.
Kondisi itu kemudian berdampak terhadap pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat yang berada dalam cakupan zona 3 dan zona 4.
Perumda Air Minum Duasudara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang mengalami gangguan pasokan air bersih akibat kerusakan jaringan tersebut.
Selain kehilangan rantai takal pengaman, kebocoran pada pipa 300 inci menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani karena jaringan tersebut melayani sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas pemerintahan di Kota Bitung.
Sebagai langkah penanganan, tim teknis Perumda Air Minum Duasudara telah diterjunkan ke lokasi pipa bocor di jalur Apela.
Tim melakukan pemeriksaan sekaligus pekerjaan perbaikan agar jaringan dapat kembali berfungsi dan distribusi air bersih kepada pelanggan bisa dipulihkan.
Gangguan pelayanan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah yang masuk dalam monitoring zona 3 dan zona 4.
Di antaranya Bhayangkara Blok C/D, Kompleks Puncak Indah, Kompleks Eks Puskesmas Paceda, Kompleks Kubur Paceda, Lorong Tower Paceda, Kompleks Kubur Wangurer Utara, Kolombo Kampis, Kolombo Aspal, Kolombo Vietnam, Kolombo Perjuangan, Kolombo Kamiri, Perum San Paolo, Kompleks Bak Kakenturan, Paceda Kompleks Metal hingga sebagian wilayah belakang Kodim.
Dalam daftar wilayah terdampak pelayanan, Perumda juga mencatat sejumlah lokasi lain, termasuk Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Dinas DPRD, Kompleks KUA, serta Kolombo Nafiri.
Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, gangguan akibat kebocoran pipa tersebut berpotensi dirasakan oleh pelanggan yang bergantung pada jaringan distribusi tersebut.
Karena itu, proses perbaikan menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan air bersih dapat kembali berjalan normal.
Perumda Air Minum Duasudara meminta masyarakat dan pelanggan yang berada di wilayah terdampak untuk memahami kondisi tersebut.
Gangguan bukan hanya disebabkan kerusakan jaringan, tetapi juga diperparah oleh hilangnya perlengkapan pengaman pada pipa yang menjadi aset perusahaan.
Pencurian rantai takal pengaman juga kembali menyoroti pentingnya pengamanan terhadap infrastruktur pelayanan publik.
Jaringan pipa air bersih merupakan fasilitas yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kerusakan maupun kehilangan komponen pendukung dapat berimbas langsung terhadap pelayanan pelanggan.
Perumda Air Minum Duasudara menegaskan penanganan teknis menjadi prioritas agar dampak gangguan tidak berlangsung lebih lama.
Tim di lapangan melakukan pekerjaan sesuai kondisi jaringan dan kerusakan yang ditemukan.
Hingga proses perbaikan berlangsung, pelanggan di wilayah zona 3 dan zona 4 yang mengalami gangguan diimbau bersabar dan menyesuaikan kebutuhan air selama pelayanan belum sepenuhnya normal.
Perusahaan memastikan tim teknis telah berada di lapangan untuk menangani pipa bocor 300 inci di jalur Apela sekaligus memulihkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Kasus pencurian rantai takal pengaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi pengelolaan aset jaringan air bersih di Kota Bitung.
Sebab, selain menimbulkan kerugian terhadap aset perusahaan, hilangnya komponen pengaman pada jaringan juga dapat menambah risiko gangguan terhadap pelayanan masyarakat.