Babinsa dan Warga Bergerak Cepat, Kebakaran Lahan di Tungoi Satu Berhasil Dipadamkan
BOLMONG – Kebakaran melanda lahan perkebunan yang berada di Desa Tungoi Satu, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (17/09/2026). Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.40 WITA di kawasan perkebunan yang berada di pinggir Jalan AKD Tumuyu.
Kondisi cuaca panas dan angin yang bertiup cukup kencang membuat api dengan cepat merambat melalui semak, daun dan ranting kering. Masyarakat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Personel Koramil 1303-04/Lolayan bersama Babinsa dan anggota Polsek Lolayan langsung menuju lokasi.
“Setelah mendapat informasi, personel Koramil 1303-04/Lolayan langsung kami kerahkan ke lokasi untuk membantu masyarakat melakukan pemadaman,” ujar Danramil Letda Inf Muslimin.
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi. Sebanyak tiga personel Kodim 1303/Bolmong, lima personel Polsek Lolayan dan sekitar 20 warga terlibat dalam penanganan kebakaran. Dan sekitar pukul 13.00 WITA, api berhasil dipadamkan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Lahan perkebunan yang terbakar diperkirakan sekitar 1,5 hektare. Kebakaran ini merupakan kejadian kedua di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, terdapat dugaan api berasal dari puntung rokok di sekitar pinggir Jalan AKD yang kemudian menyambar semak-semak kering. Dugaan tersebut masih perlu dipastikan dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab kebakaran ini.
Ditempat terpisah, Komandan Kodim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
“Dalam kondisi panas dan kering seperti ini, api sangat mudah menjalar. Kami mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan jika melihat titik api,” ujarnya.
Dandim menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran. Menurutnya, kecepatan informasi dari warga dan respons aparat di lapangan dapat mencegah kebakaran meluas.(Farisa)