BOLTARA – Tumpukan buah kelapa memenuhi halaman rumah warga di Desa Bigo, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Di bawah terik matahari, aktivitas pengolahan kelapa berlangsung sederhana.
Sejumlah warga mengupas sabut kelapa satu per satu. Di antara mereka, ada seorang Babinsa ikut bekerja. Sertu Muhlis Pontoh, Babinsa yang bertugas di Koramil 1303-13/Kaidipang, turun langsung membantu Nurdin Patlima (57), petani setempat, mengupas sabut dari buah kelapa yang akan diolah menjadi kopra.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan ketahanan wilayah sekaligus bentuk pendampingan Babinsa terhadap aktivitas masyarakat di wilayah binaannya.
Kelapa-kelapa yang telah dikupas kemudian akan diproses melalui beberapa tahapan sebelum menjadi kopra dan dijual. Hasil penjualan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Nurdin.
Bagi petani, proses itu merupakan bagian dari rutinitas untuk mempertahankan penghasilan. Namun bagi Babinsa, berada di tengah aktivitas tersebut memiliki makna lebih luas.
“Kehadiran Babinsa bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan. Kami juga harus hadir ketika masyarakat bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Babinsa.
Menurut dia, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan masyarakat menjadi salah satu cara membangun komunikasi sekaligus memperkuat hubungan antara aparat teritorial dan warga.
“Kami membantu sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah kebersamaan dan bagaimana masyarakat merasa bahwa TNI selalu dekat dengan mereka,” ucapnya.
Sementara itu, Nurdin mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa. Ia mengatakan perhatian yang diberikan membuat pekerjaan pengolahan kelapa terasa lebih ringan.
“Kami berterima kasih. Babinsa mau datang dan membantu pekerjaan kami. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar dekat dengan masyarakat,” kata Nurdin.(Farisa)