Kota Pasuruan, indo-news.id – Semangat melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan warga kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, melalui Petahunan Festival yang digelar Minggu (13/9/2026) siang.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk karnaval tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya warisan bangsa.
Petahunan Festival kali ini diikuti sembilan peserta/grup yang merupakan perwakilan dari sejumlah RT, RW, dusun, serta kelompok masyarakat di Kelurahan Petahunan. Beragam kreasi ditampilkan untuk memberikan hiburan sekaligus memeriahkan rangkaian kegiatan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan H.M. Toyib, Ketua Karang Taruna Kecamatan Gadingrejo Daning Ratno, jajaran Forkopimcam Gadingrejo, Lurah Petahunan Bramanto Pambudi Sampurno, S.AB., M.M., Bhabinkamtibmas Bripka Bagus Pratomo, Babinsa Serda M. Andika, serta masyarakat Kelurahan Petahunan.
Ketua Pelaksana Petahunan Festival, Mukhammad Anwar Yaqin, mengatakan kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan karnaval yang kedua. Sebelumnya, pada 2024, masyarakat Petahunan juga menggelar kegiatan Gerak Jalan Unik, sementara pada 2025 kegiatan tersebut sempat tidak dilaksanakan.
“Alhamdulillah untuk karnaval ini yang kedua. Tahun 2024 kemarin kita mengadakan Gerak Jalan Unik, kemudian 2025 kita off dulu,” ujar Yaqin.
Menurutnya, tahun ini terdapat sembilan peserta yang ikut ambil bagian. Peserta berasal dari perwakilan RW serta sejumlah kelompok masyarakat, termasuk PAUD dan PKK.
Rute karnaval dimulai dari Kelurahan Petahunan dan berakhir di kawasan Rusunawa Petahunan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Anwar berharap Petahunan Festival dapat terus berkembang dan dikemas semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya di tahun yang akan datang insyaallah akan saya buat lebih meriah lagi, yaitu dengan Gerak Jalan Unik seperti tahun 2024. Kemarin banyak yang bertanya tentang Gerak Jalan Unik, jadi kemungkinan pesertanya akan lebih meriah lagi tahun depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Petahunan Bramanto Pambudi Sampurno menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi hiburan dan juga mempererat hubungan persaudaraan antarwarga. Yang paling utama adalah kebersamaan warga Kelurahan Petahunan,” ujarnya.
Bramanto menyebutkan, sembilan peserta yang mengikuti karnaval tersebut di antaranya SPS Bina Sejahtera, Pasukan Modal Neka dari RT 4/RW 4, KCBOM dari RW 2, Rusunawa RW 8, Mancing Mania Dusun Pecinan RW 8, Ruyup Rukun RW 3, Gang 2 Petahunan, Senam Taman Hayati RT 3/RW 8, serta BKK RW 5.
Menurutnya, keberagaman peserta tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan masyarakat mampu menjadi wadah untuk menyatukan berbagai elemen warga.
Kehadiran Ketua DPRD Kota Pasuruan H.M. Toyib bersama jajaran Forkopimcam juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang mengedepankan pelestarian budaya, kreativitas, dan kekompakan warga.
Petahunan Festival diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkembang setiap tahun, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan menjaga semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya lokal dan warisan bangsa.(Koko)