Dugaan Manipulasi RAB Proyek Jalan Rp513 Juta di Purwakarta, Pengawas Kabur Saat Dikonfirmasi

0

PURWAKARTA, – Dugaan pengerjaan proyek infrastruktur secara asal-asalan kembali terjadi di Kabupaten Purwakarta. Proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan Paket 3-19 di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, senilai Rp513.604.998 yang bersumber dari APBD diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Dewi Fotuna ini langsung menjadi sorotan setelah tim media melakukan pemantauan langsung ke lapangan pada Selasa (28/07/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pengerjaan jalan terlihat masih berjalan. Namun anehnya, saat tim media mencoba melakukan konfirmasi kepada seseorang yang mengaku sebagai pengawas lapangan, respons yang diberikan sangat minim.Saat ditanya mengenai kualitas hotmix dan ketebalan aspal, pengawas tersebut hanya menjawab singkat,”tiga sentimeter,” lalu bergegas pergi meninggalkan lokasi. Sikap tersebut terkesan sengaja menghindar dan menutup akses informasi publik.

Padahal, berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, jenis pekerjaan yang tertera adalah Aspal Mekanis HRS-WC dan Beton Ready Mix dengan volume panjang 866 meter dan lebar berkisar antara 2,30 hingga 4,60 meter.

Hasil Pengukuran Lapangan BerbedaIronisnya, hasil pengukuran kasar yang dilakukan tim media di lapangan menemukan fakta yang berbeda. Ketebalan aspal yang terpasang terpantau hanya berkisar 2 sentimeter, selisih 1 sentimeter dari angka yang diklaim oleh pengawas.

Selisih ketebalan ini bukan persoalan sepele. Jika dikalikan dengan total volume panjang jalan yang mencapai 866 meter, potensi kerugian negara diperkirakan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini memperkuat dugaan adanya pengurangan volume anggaran atau pengerjaan yang menyimpang dari RAB.

Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Eka selaku kontraktor pelaksana dari CV Dewi Fotuna melalui pesan singkat WhatsApp juga tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi.

Kondisi ini memicu keresahan dikalangan warga Desa Wanasari.Masyarakat khawatir anggaran daerah senilai setengah miliar rupiah tersebut hanya menghasilkan fasilitas jalan yang cepat rusak.

“Kami meminta proyek ini diawasi secara ketat dan benar. Jangan sampai uang negara habis, tetapi hasilnya tidak sesuai spesifikasi. Kami mendesak pihak dinas terkait dan Inspektorat segera turun ke lapangan untuk mengukur ulang,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Sikap tertutup dari pihak pengawas dan kontraktor ini menuntut ketegasan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta serta Inspektorat daerah. Pihak berwenang didesak untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak), uji petik, dan audit teknis secara menyeluruh guna mengusut tuntas dugaan kecurangan ini. (Arip)