Ditpolairud Polda Sulut Touring dan Patroli Sambang Nelayan Lirang Pulau Lembeh
BITUNG, Indo-news.id — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan touring dan patroli sambang masyarakat di wilayah pesisir nelayan Lirang, Pulau Lembeh, Kota Bitung, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas SH MH, bersama jajaran pejabat utama dan personel kapal patroli sebagai bagian dari upaya mempererat kemitraan antara kepolisian dan komunitas maritim.
Kedatangan rombongan Ditpolairud disambut hangat oleh warga setempat, termasuk para nelayan, tokoh masyarakat, dan perangkat desa di Lirang. Melalui pendekatan humanis dan pre-emtif, personel polairud tidak hanya melakukan pengawasan keamanan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar aspirasi serta keluhan yang dihadapi dalam aktivitas melaut sehari-hari.
Dalam arahannya, Dirpolairud menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat pesisir merupakan implementasi program “Polri Hadir di Tengah Masyarakat”.
Ia menjelaskan bahwa tugas Polairud tidak semata-mata melakukan penegakan hukum di laut, tetapi juga memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan.
“Kami hadir di sini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa aktivitas nelayan berjalan aman dan kondusif. Keamanan laut adalah tanggung jawab bersama, dan kami berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melindungi hak-hak nelayan dari berbagai gangguan, baik itu illegal fishing maupun ancaman keselamatan lainnya,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas saat berdialog dengan warga.
Selain berdialog dengan masyarakat, kegiatan touring juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Personel Ditpolairud mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan berlayar seperti jaket pelampung (life jacket) dan pemeriksaan kondisi mesin perahu sebelum melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Petugas juga membagikan materi sosialisasi mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja di wilayah pesisir.
Edukasi ini dinilai penting mengingat kawasan pesisir memiliki posisi strategis yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan atau penyalahgunaan zat terlarang apabila tidak diawasi dengan baik.
Para nelayan yang hadir menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung pimpinan Ditpolairud Polda Sulut.
Mereka menilai kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat pesisir memberikan rasa tenang dan menunjukkan perhatian negara terhadap kehidupan nelayan tradisional.
“Kehadiran Bapak Dirpolairud membuat kami merasa lebih tenang. Ini bukti bahwa polisi peduli pada nasib kecil kami sebagai nelayan tradisional,” ungkap salah satu tokoh nelayan setempat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ke titik-titik dermaga dan area penangkapan ikan di sekitar Lirang. Tim patroli memastikan tidak terdapat aktivitas ilegal yang dapat mengganggu ekosistem laut maupun ketertiban umum.
Koordinasi juga dilakukan dengan pos keamanan lingkungan setempat untuk memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat (siskamling) di wilayah perairan.
Di akhir kegiatan, Dirpolairud berharap sinergi antara Ditpolairud Polda Sulut dan masyarakat nelayan Lirang terus terjalin erat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan di laut melalui saluran komunikasi resmi kepolisian demi terciptanya wilayah perairan Sulawesi Utara yang aman, tertib, dan sejahtera bagi seluruh warga.