Kolonel Marvil: Parade Budaya Harkitnas di Kota Bitung Perkuat Solidaritas Antar Suku
BITUNG, Indo-news.id — Suasana penuh warna dan semangat persatuan mewarnai Kota Bitung saat Satrol Koarmada VIII Bitung menggelar kirab budaya dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan peserta dari berbagai unsur suku, adat, budaya, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan pelajar yang ada di Kota Bitung.
Kirab budaya ini menjadi simbol keberagaman sekaligus bentuk penguatan solidaritas antar masyarakat di tengah semangat kebangsaan yang terus dijaga melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional.
Para peserta tampil mengenakan pakaian adat dan atribut budaya dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan sepanjang rute parade.
Ketua Panitia Pelaksana Parade Budaya, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menyebut banyak pihak yang terlibat mulai dari unsur adat, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas lintas budaya di Kota Bitung.
“Terima kasih kepada Majelis Adat Budaya Tonsiat Minahasa, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Dinas Pendidikan Kota Bitung, SMP Don Bosco Bitung, SMKN 1 Bitung, STBM 2, saudara-saudara dari Klenteng Seng Bo Giong, Tim Penggerak PKK, Perumda Air Minum Duasudara, PT Pelindo, Brigade Manguni Indonesia, kerukunan keluarga Jawa, Gorontalo, Nias, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang sudah ikut berkontribusi,” ujar Kolonel Marvill.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari kalangan pemuda Kota Bitung yang turut membantu jalannya kegiatan hingga dapat berlangsung dengan baik dan tertib.
Menurutnya, konsep pelaksanaan kegiatan dibuat berbeda karena panitia tidak memberikan undangan secara langsung kepada organisasi atau komunitas tertentu.
Panitia hanya menyebarkan informasi melalui flyer sebagai bentuk ajakan terbuka kepada masyarakat.
“Kami ingin solidaritas itu tumbuh secara alami. Kami tidak ingin terkesan memaksa. Ketika masyarakat melihat flyer lalu muncul rasa ingin berkontribusi demi budaya, persatuan, dan kerukunan, itu yang menjadi nilai utama kegiatan ini,” katanya.
Kirab budaya tersebut mengambil titik start dari kawasan Satrol Koarmada VIII Bitung, kemudian bergerak menuju pusat kota melewati kawasan Patung Cakalang, berbelok di sekitar Starbucks, melintasi perempatan Sarinah, dan berakhir di depan Kantor Wali Kota Bitung.
Sepanjang perjalanan, peserta parade mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan atraksi budaya dan keberagaman kostum adat Nusantara yang ditampilkan.
Selain parade budaya, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan agenda penganugerahan gelar adat kepada Wali Kota Bitung dan Wakil Wali Kota Bitung sebagai bentuk penghormatan dari unsur budaya dan masyarakat adat di Kota Bitung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting di Kota Bitung, di antaranya Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH, Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Dewa Made, Kepala KSOP, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional melalui kirab budaya ini dinilai menjadi sarana memperkuat semangat persatuan dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang toleransi, kebudayaan, dan kebersamaan antar suku dan agama.
Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai persatuan, gotong royong, dan toleransi demi memperkuat Indonesia yang damai dan berbudaya.