Hutang PEN Gerus APBD Sulut Yang Minim, Kawatak : Mitigasi Masalah Yulius Selvanus Cepat Dan Tepat

0

SULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) telah melakukan revitalisasi 50 Sekolah guna pemerataan kualitas pendidikan untuk seluruh kabupaten/kota, bahkan pemerintah mencatatkan sejarah dengan pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan.

Sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan petani juga mendapatkan intervensi besar melalui optimalisasi lahan padi seluas 2.000 hektare serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di 190 titik guna menjaga daya beli masyarakat disepanjang tahin 2025 yang diharapkan akan terjadi peningkatan di 2026 ini.

Meski masih menghadapi tantangan fiskal dan dinamika global, pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh birokrasi bekerja dengan integritas tinggi.

APBD Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2026 telah disepakati oleh Pemprov dan DPRD Sulut dengan total pendapatan daerah sebesar Rp3,18 triliun.

Dengan postur anggaran ini, mengalami penurunan karena efisiensi anggaran dengan pemotongan DAK/DAU sehingga dirasakan perlu adanya perhatian khusus pada kebutuhan bersifat urgen.

Seperti halnya yang dinilai Wakil Ketua Umum (Waketum) Milenial Prabowo Gibran (MPG) Henro Kawatak.

“Kebutuhan urgensi seperti infrastruktur jalan, meskipun dalam keteebatasan anggaran, terliha Gubernur sudah mulai melakukan perbaikan dibeberapa titik,”lugas Kawatak.

Menurut Kawatak, pembayaran hutang PEN pertahun Rp205 Miliar sangat menggerus APBD Sulut.

“Jika tidak, infrastruktur jalan pasti akan cepat teratasi,”ucapnya.

Ia menilai, Gubernur Yulius Selvanus telah melakukan mitigasi untuk infrastruktur jalan di provinsi.

“Beberapa persoalan emergency yang dialami masyarakat, meskipun penyelesaiannya tidak tercantum dalam APBD tapi Gubernur Yulius selalu bertindak cepat selesaikan. Saya yakin untuk infrastruktur jalan, akan ada terobosan yang akan dilakukan Gubernur,”tegasnya.

Menurutnya, Jika ada keluhan masyarakat wajar adanya, Karena mereka ingin semua berjalan baik.

“Meskipun terkadang keluhan itu tidak dipahami dengan keadaan yang ada. Tapi, Sampai saat ini, Saya melihat Gubernur mampu menerimanya dengan hati terbuka dan kepala dingin, ini menunjukan sikap kedewasaan seorang Pempimpin,”tandasnya.