TNI dan Polri Bersinergi, Operasi Patuh Klabat 2026 Resmi Dimulai di Bolsel
BOLAANG MONGONDOW SELATAN – Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Klabat 2026 digelar di Markas Komando Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Apel dipimpin Kapolres Bolsel AKBP Kuntadi Budi Pranoto, S.I.K. sedangkan dari Kodim 1303/Bolmong turut berpartisipasi dengan mengirimkan satu peleton personel yang diwakili oleh Danramil 1303-08/Bolaang Uki, Kapten Inf M. Ihwani.
Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., hadir bersama jajaran kepolisian, pemerintah daerah, perwakilan TNI Angkatan Laut, Jasa Raharja, tenaga kesehatan, serta instansi pendukung lainnya.
Operasi Patuh Klabat 2026 berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas melalui edukasi, pencegahan pelanggaran, serta penegakan hukum.
Dalam amanat pimpinan apel, disampaikan bahwa pada 2025 terdapat 2.674 kejadian kecelakaan lalu lintas, berkurang 22 kejadian atau 0,81 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 58.184 kasus.
Operasi melibatkan 633 personel dengan pendekatan preemtif 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen. Adapun metode penindakan terdiri atas ETLE sebesar 60 persen, non-ETLE 5 persen, dan teguran 35 persen.
Personel diminta menjalankan tugas secara profesional dan humanis, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta melaksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, dan sesuai prosedur. Disiplin, integritas, keselamatan personel, dan koordinasi lintas instansi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi.
Keterlibatan Kodim 1303/Bolmong dalam apel tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap koordinasi antarlembaga dalam menjaga keamanan wilayah dan mendukung keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Kapten Inf M. Ihwani menuturkan dengan singkat, “Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan kepentingan bersama yang harus dijaga melalui disiplin dan kepatuhan terhadap aturan,” ujarnya.(Farisa)