Kejuaraan Pencak Silat Jatim Digelar, Legislator PKB Sentil Pemkot Pasuruan “Gak Bahaya Ta?”
Kota Pasuruan, indo-news.id – Kejuaraan pencak silat Madinah Van Java 2 yang digelar di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan mendapat apresiasi dari peserta dan perguruan pencak silat. Namun, dalam sambutannya, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Bahrudien Akbar Wahyudi, S.E., M.M., turut menyoroti ketidakhadiran perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan dalam kegiatan tersebut, Minggu (20/9/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Bahrudien Akbar Wahyudi, S.E., M.M., menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Madinah Van Java 2 yang diikuti berbagai perguruan pencak silat dari Kota Pasuruan dan daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Bahrudien awalnya menyampaikan penghormatan kepada Ketua IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah serta seluruh perguruan pencak silat yang turut berpartisipasi.
Namun, ia kemudian menyinggung tidak hadirnya perwakilan dari Pemkot Pasuruan maupun Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
“Yang saya hormati Ketua IPSI H. Farid Misbah, segenap perwakilan dari Kota Pasuruan. Dispora tidak hadir ya, Pemkotnya juga tidak datang ya, perwakilan. Repot… waduh, gak bahaya ta?” ujar Bahruddin.
Ia bahkan kembali melontarkan pertanyaan terkait perhatian pemerintah terhadap kegiatan pencak silat yang menjadi salah satu bagian dari pelestarian budaya dan olahraga di Kota Pasuruan.
“Acara silat, perwakilan Pemkot gak ada yang hadir, gak bahaya ta?” katanya.
Meski demikian, Bahrudien memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan yang tetap hadir dan ikut menyukseskan Madinah Van Java 2.
Ia menyebut sejumlah perguruan turut ambil bagian, di antaranya IKS, PSHT, Tapak Suci dan berbagai perguruan lainnya.
“Semua perguruan yang membersamai dan ikut berpartisipasi pada siang hari ini, ada IKS, ada PSHT, ada Tapak Suci dan lain-lain,” ungkapnya.
Mewakili peserta dan Perguruan Pencak Silat Kuntu Mancilan, Bahrudien juga menyampaikan apresiasi kepada IPSI Kota Pasuruan yang telah menggelar kejuaraan tersebut.
Ia berharap Madinah Van Java tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun kedua, tetapi dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang.
“Kami mewakili atas nama peserta dan perguruan pencak silat Kuntu Muncilan mengucapkan apresiasi tertinggi kepada IPSI Kota Pasuruan. Semoga acara Madinah Van Java 2 ini bisa jadi event istiqomah tahunan,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan ke depan diharapkan tidak semakin kecil, melainkan semakin besar dan mampu menjadi wadah pengembangan prestasi sekaligus pelestarian pencak silat.
“Saya harap event ini tidak semakin kecil, melainkan semakin besar,” tegasnya.
Bahrudien menambahkan, keberadaan IPSI memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai olahraga sekaligus budaya bangsa.
“Kalau tidak ada IPSI, kita tidak bisa melestarikan budaya kita,” pungkasnya.(Koko)