Capt Anto, Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu Pilih Damai untuk Jaga Kamtibmas 

1

BITUNG, Indo-news.id— Ketua Forum Persaudaraan Warung Kopi (Forsa Warkop) Kota Bitung, Harisanto Pasa alias Capt Anto, menyatakan persoalan yang terjadi beberapa hari lalu di kawasan Patung Dotulong telah diselesaikan secara damai bersama Ketua Esa Keter, Richaed Mamuntu, dan Mario Mamuntu.

Pernyataan tersebut disampaikan Capt Anto dalam konferensi pers yang digelar di Bosshe Cafe, Kelurahan Bitung Timur, Kota Bitung, Rabu (16/9/2026) malam.

Sebelum konferensi pers tersebut digelar, Capt Anto bersama Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu telah mengikuti proses mediasi yang difasilitasi Polres Bitung. 

Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.

Capt Anto menjelaskan, konferensi pers yang dilakukan merupakan kesempatan untuk menyampaikan kepada anggota Forsa Warkop, para sahabat, saudara serta masyarakat bahwa persoalan tersebut telah selesai melalui proses mediasi.

Ia juga mengimbau seluruh anggota Forsa Warkop maupun kenalan-kenalannya untuk tidak lagi membuat ataupun menyebarkan cerita mengenai persoalan yang sebelumnya terjadi.

“Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Polres Bitung, kedua pihak menyatakan untuk berdamai,” kata Capt Anto.

Menurutnya, kesepakatan damai tersebut menjadi dasar bagi semua pihak untuk tidak lagi memperpanjang persoalan. 

Ia berharap keputusan tersebut dapat diterima dan dihormati sehingga situasi di tengah masyarakat tetap terjaga.

Capt Anto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota Forsa Warkop, sahabat dan saudara serta masyarakat Kota Bitung atas peristiwa yang telah terjadi.

Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pengalaman bersama agar persoalan serupa ke depan dapat disikapi secara lebih baik.

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota Forsa Warkop dan seluruh sahabat serta saudara dan masyarakat atas peristiwa yang terjadi. Semoga ini menjadi pengalaman bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Capt Anto secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bitung yang telah mengambil bagian dalam proses mediasi antara pihaknya dengan Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, Kasat Intelkam dan KBO Intelkam atas upaya yang dilakukan sehingga kedua pihak dapat dipertemukan melalui proses mediasi.

Menurut Capt Anto, proses mediasi tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan dan kemudian mencapai kesepakatan damai.

“Terima kasih kepada jajaran Polres Bitung, Kapolres AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, Kasat Intelkam dan KBO Intelkam atas upaya yang sudah dilakukan sehingga kami bersama Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu boleh dimediasi sehingga boleh berdamai,” katanya.

Setelah menyampaikan hasil mediasi, Capt Anto dengan tegas meminta agar tidak ada lagi pertanyaan maupun pembahasan lebih lanjut terkait hasil mediasi tersebut.

Sikap tersebut sekaligus menegaskan bahwa dirinya ingin persoalan yang sebelumnya terjadi tidak kembali menjadi polemik baru di tengah masyarakat.

Capt Anto kembali mengajak seluruh anggota Forsa Warkop dan orang-orang yang berada di lingkaran pertemanannya untuk menghormati kesepakatan yang telah dicapai.

Ia meminta agar tidak ada lagi cerita, narasi maupun pembahasan yang dapat membuka kembali persoalan tersebut. 

Menurutnya, setelah proses mediasi dan kesepakatan damai dilakukan, hal terpenting adalah menjaga hubungan baik serta situasi keamanan di Kota Bitung.

Kesepakatan tersebut juga menjadi penutup dari persoalan yang sebelumnya terjadi di kawasan Patung Dotulong. 

Kedua pihak memilih jalan damai setelah difasilitasi Polres Bitung.

Dengan adanya perdamaian tersebut, diharapkan masyarakat tidak lagi memperpanjang ataupun memperkeruh persoalan melalui informasi yang belum diperlukan. 

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi dan mediasi dapat menjadi ruang penyelesaian ketika terjadi persoalan antarpihak di tengah masyarakat.

Capt Anto pun menegaskan kembali bahwa persoalan telah selesai. 

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menjaga persaudaraan.

Dalam konferensi pers itu, Kasat Intelkam Polres Bitung IPTU Christian Witer P. Pardede, S.H., M.H didampingi KBO Intelkam turut hadir. 

Kasat Intelkam menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Bitung tidak dapat hadir secara langsung dalam konferensi pers tersebut.

Ia kemudian menyampaikan pesan Kapolres Bitung terkait proses mediasi yang telah dilakukan.

Menurutnya, Kapolres menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Capt Anto, Richaed Mamuntu dan Mario Mamuntu karena telah menunjukkan kedewasaan dengan bersedia mengikuti proses mediasi dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

“Intinya, Kapolres menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kedewasaan dari Capt Anto dan Richaed Mamuntu serta Mario Mamuntu sehingga bersedia dimediasi,” ujar Iptu Christian.

Ia menambahkan, pilihan kedua pihak untuk berdamai diharapkan dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Kota Bitung.

Proses mediasi yang dilakukan Polres Bitung menjadi bagian dari upaya mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan untuk mencari penyelesaian secara dialogis. 

Dengan adanya kesepakatan damai, kedua pihak diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas masing-masing tanpa memperpanjang persoalan yang telah diselesaikan.