Ichal Rumochoy Antar SDN 1 Mundung dan SMPN 3 Tombatu Juara Drum Band

0 4

MINAHASA TENGGARA, Indo-news.id — Kiprah jurnalis asal Kota Bitung, Ichal Rumochoy, di dunia marching band kembali membuahkan prestasi. 

Hanya dengan waktu persiapan sekitar dua pekan, Ichal berhasil mendampingi dua sekolah di Kabupaten Minahasa Tenggara meraih hasil membanggakan dalam perlombaan drum band yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Perlombaan tersebut berlangsung di Desa Molompar, Kecamatan Tombatu Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan diikuti tim pelajar yang tampil membawa semangat perayaan kemerdekaan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni musik dan marching band.

Dua sekolah yang mendapat sentuhan kepelatihan Ichal Rumochoy adalah SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu. 

Hasilnya cukup gemilang. SD Negeri 1 Mundung berhasil keluar sebagai Juara Umum Drum Band, sedangkan SMP Negeri 3 Tombatu mampu meraih Juara 2 Umum.

Prestasi SD Negeri 1 Mundung bahkan semakin lengkap setelah tim tersebut memborong sejumlah penghargaan kategori. 

Tim ini berhasil meraih The Best Percussion, The Best Music, The Best Color Guard, dan The Best Field Commander.

Capaian tersebut menjadi semakin menarik karena kedua tim hanya menjalani masa persiapan dalam waktu yang relatif singkat. 

Ichal hanya memiliki waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan para siswa menghadapi kompetisi drum band.

Keterbatasan waktu tersebut tidak menyurutkan semangat pelatih maupun para siswa. 

Pengalaman Ichal dalam menangani berbagai tim drum band dan marching band menjadi modal penting dalam membentuk karakter penampilan, kedisiplinan, kekompakan, musikalitas hingga mental bertanding para peserta didik.

Nama Ichal Rumochoy sendiri telah dikenal di kalangan komunitas marching band. 

Di luar aktivitasnya sebagai jurnalis yang melakukan peliputan pemerintahan di Kota Bitung, Ichal aktif sebagai pelatih dan pembina tim drum band maupun marching band.

Dalam berbagai kesempatan, tim yang pernah ditanganinya juga telah mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional dan meraih sejumlah prestasi. 

Pengalaman tersebut kemudian diterapkan saat mendampingi siswa SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu.

Keberhasilan dua sekolah tersebut turut mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk melalui media sosial. 

Salah satu apresiasi datang dari Fien Frederika Serang melalui komentar di Facebook.

“Ya iyalah Coach Ichal Rumochoy no apadang. Kalu cuma tingkat Kecamatan pasti kecil pa Coach, orang so pengalaman tingkat nasional, jadi ndak mungkinlah kalu depe pasukan mo kalah. Banyak selamat Coach. Selamat SDN 1 Mundung,” tulisnya.

Apresiasi lainnya disampaikan Nandha Wawointana, yang melihat keberhasilan tahun 2026 sebagai pembuktian atas proses yang telah dilalui sebelumnya.

“PR di 2019 terobati di 2026. Ical maso Tombatu Timur SD 1 Mundung rekom pertama kali. Dan akhirnya 2026 pembuktian bahwa memang Ichal terbaik,” tulis Nandha.

Bagi Ichal, prestasi yang diraih kedua sekolah tersebut tidak semata-mata berbicara tentang piala dan penghargaan. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras para siswa, dukungan sekolah, orang tua serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari semua pihak yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mendampingi anak-anak di SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu. Waktu latihan memang sangat singkat, hanya sekitar dua minggu, tetapi anak-anak menunjukkan semangat dan kemauan belajar yang luar biasa,” ujar Ichal, Rabu (19/8/2026)

Ia menegaskan, nilai terpenting dari kegiatan marching band bukan sekadar mengejar kemenangan dalam perlombaan. 

Menurutnya, proses latihan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab dan membangun kepercayaan diri.

“Bagi saya, yang paling penting bukan hanya bagaimana kita mendapatkan juara, tetapi bagaimana anak-anak bisa belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan percaya diri melalui marching band. Piala adalah bonus dari proses tersebut,” katanya.

Ichal juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh siswa yang telah menjalani latihan secara serius dalam waktu terbatas. 

Ia menilai para peserta didik mampu menunjukkan kemauan belajar dan menerima setiap arahan selama proses persiapan.

“Saya bangga kepada seluruh anak-anak. Mereka mau berlatih keras, menerima arahan dan terus memperbaiki kekurangan dalam waktu yang sangat singkat. Prestasi ini adalah milik mereka, milik sekolah dan seluruh orang yang sudah mendukung,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan SD Negeri 1 Mundung dan SMP Negeri 3 Tombatu dalam perlombaan drum band HUT ke-81 RI dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan bakat mereka melalui kegiatan positif.

Ichal juga berharap prestasi tersebut menjadi awal bagi capaian yang lebih besar pada masa mendatang. 

Dengan waktu latihan yang lebih panjang dan dukungan yang konsisten, ia optimistis para siswa memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Saya berharap ini bukan menjadi akhir, tetapi awal untuk prestasi-prestasi berikutnya. Kalau diberikan kesempatan, waktu latihan yang lebih panjang dan dukungan yang konsisten, saya yakin anak-anak ini masih bisa berkembang jauh lebih baik, bahkan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Ichal.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan seni dan olahraga di kalangan pelajar dapat menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda. 

Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, keberhasilan para siswa di Tombatu Timur menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan dan kolaborasi dapat menghasilkan prestasi meski dilakukan dalam keterbatasan waktu.