Final Pasuruan Super League 2026 Ricuh, Kejayan FC Juara Setelah Kalahkan Kraton FC
Pasuruan, indo-news.id – Laga puncak Pasuruan Super League (PSL) Champions Piala Bupati 2026 yang mempertemukan Kraton FC melawan Kejayan FC di Stadion Plumbon, Pandaan, Selasa (29/9/2026) sore, berakhir ricuh.
Pertandingan kategori U-21 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 tersebut sebenarnya berlangsung sengit. Namun, jalannya pertandingan ternoda aksi anarkis sejumlah oknum suporter hingga terjadi kericuhan di dalam stadion.
Laga turut disaksikan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori bersama jajaran DPRD, KONI, Dispora serta sejumlah tokoh masyarakat.
Sejak kick-off, kedua kesebelasan tampil agresif dan saling jual beli serangan. Hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang 0-0.
Ketegangan mulai meningkat menjelang akhir babak pertama setelah wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Kraton FC. Reaksi sejumlah suporter kemudian memanas hingga pagar besi pembatas stadion jebol. Petugas keamanan sempat meredam situasi sehingga pertandingan tetap dilanjutkan.
Memasuki babak kedua, Kejayan FC berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-55 atau sekitar pukul 16.20 WIB. Berawal dari skema tendangan bebas jarak jauh, umpan terukur berhasil dimanfaatkan pemain Kejayan FC untuk membobol gawang Kraton FC.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Kejayan FC.
Tertinggal satu gol, Kraton FC meningkatkan tekanan. Serangkaian serangan dilancarkan untuk menyamakan kedudukan. Namun, rapatnya pertahanan dan penampilan apik penjaga gawang Kejayan FC membuat sejumlah peluang Kraton FC berhasil digagalkan.
Memasuki menit-menit akhir, atmosfer stadion semakin panas. Sejumlah oknum suporter terlibat kericuhan dengan aksi saling dorong, lemparan botol minuman hingga ledakan petasan.
Aparat kepolisian kemudian membentuk barikade pengamanan di belakang gawang untuk mencegah massa masuk ke area lapangan.
Namun, setelah peluit panjang dibunyikan dan kemenangan Kejayan FC dipastikan, situasi kembali memanas. Sejumlah oknum suporter menerobos masuk ke lapangan dan terjadi bentrokan fisik di beberapa titik.
Kondisi tersebut membuat penyerahan piala di lokasi pertandingan terpaksa dibatalkan. Piala kemudian diserahkan kepada Kejayan FC sebagai Juara 1 setelah situasi berangsur kondusif dan massa suporter Kraton FC membubarkan diri beberapa jam kemudian.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H., menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai kericuhan tersebut sangat disayangkan karena pertandingan sejatinya berjalan menarik dan menjadi bagian dari pembinaan pemain muda.
“Pertandingan ini sebenarnya sangat menarik. Anak-anak U-21 bermain bagus dan menunjukkan semangat kompetisi yang luar biasa. Sangat disayangkan akhirnya harus ternoda oleh kejadian tawuran,” ujar Ayi Suhaya.
Menurutnya, dinamika di luar lapangan jangan sampai berdampak terhadap proses pembinaan atlet-atlet muda potensial di Kabupaten Pasuruan.
“Jangan sampai ada mafia bola yang merugikan pemain-pemain muda. Mereka punya potensi besar, bermain menarik, dan fair play,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kompetisi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Ke depan, hal ini harus dievaluasi total oleh Pemerintah Daerah, PSSI, dan KONI agar tidak ada lagi ketidakobjektifan yang memicu amarah penonton,” pungkasnya.(Koko)