Satu Tahun Memimpin Ini Capaian Hengky Randito 

0

BITUNG, Indo-news.id — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka mencatat sejumlah capaian strategis di tengah tantangan fiskal dan kewajiban keuangan daerah yang diwarisi dari periode sebelumnya. 

Pasangan yang dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta usai memenangkan Pilkada Bitung 2024 dengan 73.388 suara atau sekitar 63–64 persen suara sah ini menegaskan fokus pada stabilitas fiskal, penguatan ekonomi rakyat, dan percepatan layanan dasar.

Dalam sektor ekonomi dan fiskal, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Bitung hingga akhir November 2025 mencapai sekitar Rp100,5 miliar atau 93 persen dari target. 

Angka ini meningkat tajam dibanding realisasi PAD tahun 2024 yang berada di kisaran Rp73 miliar. Artinya, terjadi pertumbuhan lebih dari 37 persen dalam satu tahun kerja pemerintahan Hengky–Randito. 

Optimalisasi pajak daerah menjadi kontributor utama kenaikan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah kota juga menuntaskan sekitar Rp80 miliar atau kurang lebih 70 persen dari total kewajiban keuangan daerah. 

Hengky Honandar menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penataan keuangan yang lebih hati-hati agar ruang fiskal semakin sehat dan mampu menopang pembangunan prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Arah pembangunan lima tahun ke depan dituangkan dalam dokumen RPJMD 2025–2029 yang telah dibahas bersama DPRD Kota Bitung. 

Dokumen ini menjadi pedoman mewujudkan visi Harmonisasi Menuju Bitung Maju melalui 16 program unggulan dan lima prioritas pembangunan, mencakup penguatan SDM, pemerataan ekonomi, reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan, serta ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Di sektor kelautan dan perikanan, dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera PPS Bitung menjadi Eco Fishing Port menjadi salah satu langkah strategis. 

Pelabuhan ini ditargetkan mampu menampung hingga 1.600 kapal perikanan dari sebelumnya 1.048 kapal, meningkatkan produktivitas hingga sekitar 92.000 ton per tahun, serta memperluas penyerapan tenaga kerja. 

Bitung juga menjadi titik peluncuran ekspor komoditas perikanan dan pertanian senilai Rp13,36 miliar ke tujuh negara melalui Pelabuhan Peti Kemas Bitung.

Untuk menggerakkan ekonomi dari bawah, pemerintah menurunkan retribusi pasar hingga 50 persen. 

Kebijakan ini membantu pedagang kecil bertahan di tengah tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga. 

Di saat yang sama, pembentukan Koperasi Merah Putih di 69 kelurahan difasilitasi hingga tahap legalitas akta notaris guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

Di bidang infrastruktur, perbaikan Jalan SH Sarundajang sebagai urat nadi mobilitas kota mulai dilakukan bertahap, berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas perdagangan. 

Revitalisasi sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Makawidey, Aertembaga, juga dimulai untuk memperkuat layanan dasar. 

Pemerintah kota turut berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait perbaikan jalan berstatus nasional.

Penguatan layanan publik juga terlihat dari pengangkatan sekitar 1.100 PPPK paruh waktu untuk menjaga stabilitas pelayanan serta pembayaran TPP dan THR ASN secara tepat waktu. 

Di sektor sosial, program intervensi stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil terus digencarkan. 

Akses internet di wilayah blank spot seperti Punaungian dan Pulau Lembeh juga mulai dihadirkan guna mendukung pendidikan dan UMKM digital.

Dengan kombinasi peningkatan PAD, penyelesaian utang daerah, penguatan sektor perikanan melalui PPS Bitung, serta kebijakan pro rakyat seperti penurunan retribusi pasar, satu tahun pemerintahan Hengky Honandar dan Randito Maringka menunjukkan upaya konsolidasi fiskal sekaligus kerja nyata di lapangan untuk masyarakat Kota Bitung.