Pengukuhan FKUB FKDM dan Badan Tazkir Jadi Langkah Nyata Bangun Kota Rukun Aman dan Berkarakter

0

BITUNG, Indo-news.id—Pemerintah Kota Bitung resmi mengukuhkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta Pengurus Badan Tazkir Pemerintah Kota Bitung, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang S. H. Sarundajang tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka dan Sekretaris Kota Rudy Theno.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kehidupan sosial, keagamaan, dan keamanan di Kota Bitung. 

Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada para pengurus bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni daerah.

“Hari ini kita dapat bersama-sama menyaksikan momentum penting pengukuhan FKUB, FKDM, serta pengurus Badan Tazkir Pemerintah Kota Bitung. Kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Amanah ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujar Wali Kota Hengky Honandar.

Ia menekankan bahwa Kota Bitung merupakan daerah yang majemuk dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. 

Dalam konteks tersebut, peran FKUB dinilai sangat strategis untuk membangun dialog antarumat beragama, mempererat komunikasi lintas keyakinan, serta menjaga semangat toleransi dan persaudaraan.

Menurutnya, kerukunan umat beragama bukan hanya isu sosial, tetapi juga fondasi pembangunan daerah. 

Tanpa stabilitas dan harmoni, agenda pembangunan tidak akan berjalan optimal. 

Karena itu, FKUB diharapkan aktif menjadi jembatan komunikasi ketika muncul potensi gesekan di tengah masyarakat.

Sementara itu, keberadaan FKDM diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan. 

Wali Kota menyebut FKDM sebagai “mata dan telinga pemerintah” di tengah masyarakat. 

Peran deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tugas utama forum tersebut.

“FKDM adalah mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dengan kolaborasi bersama aparat penegak hukum dan elemen masyarakat, FKDM diharapkan mampu merespons secara cepat setiap potensi konflik, sehingga situasi tetap kondusif dan terkendali.

Pengukuhan Badan Tazkir Pemerintah Kota Bitung juga memiliki arti penting dalam pembinaan mental dan spiritual, khususnya bagi aparatur sipil negara dan masyarakat secara umum. 

Melalui kegiatan keagamaan, tausiyah, dan pembinaan rohani, Badan Tazkir diharapkan mampu memperkuat nilai keimanan, integritas, serta etika dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Wali Kota menegaskan bahwa sinergi antara FKUB, FKDM, dan Badan Tazkir merupakan kekuatan besar dalam menjaga stabilitas sosial dan moral masyarakat. 

Kerukunan antarumat beragama, kewaspadaan terhadap potensi konflik, serta pembinaan spiritual yang berkelanjutan disebut sebagai fondasi penting menuju visi Bitung Maju dan harmonis.

Di tempat yang sama, Ketua FKDM Kota Bitung, Olha Dotulong Banua, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan amanah yang diberikan. 

Ia menegaskan komitmen FKDM untuk berkolaborasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum.

“FKDM akan berkolaborasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, menjadi mata dan telinga pemerintah demi menjaga stabilitas dan keamanan di Kota Bitung,” ujarnya.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Bitung dalam memperkuat harmoni sosial, meningkatkan keamanan, serta meneguhkan nilai-nilai keagamaan demi terwujudnya Kota Bitung yang rukun, aman, dan berkarakter.