ktg

Di Kotamobagu, KKP Serahkan Bantuan Unit Percontohan Penyuluhan Budidaya Lele Bioflok

0

KOTAMOBAGU- Penyerahan bantuan unit percontohan penyuluhan budidaya ikan lele sistem bioflok. yang dilakukan oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Bitung kepada Pokdakan Suka Maju, Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur,Kamis 9 September 2020 yang lalu,

Melalui percontohan ini akan diperlihatkan secara langsung penerapan teknologi perikanan bioflok agar dapat diterima masyarakat secara luas. Dengan kata lain, percontohan penyuluhan ini merupakan upaya diseminasi teknologi kelautan dan perikanan serta penerapan metode penyuluhan partisipatif kepada pelaku utama.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengajak masyarakat untuk mengamati teknologi percontohan bioflok yang diberikan. Ia juga menyarankan masyarakat untuk meniru, memodifikasi, dan membuat inovasi kolam bioflok dengan bahan dan peralatan yang ada. Menurut Sjarief, mengusung konsep yang sama mungkin saja bahan seperti bambu yang banyak tersedia di alam dapat dimanfaatkan untuk membangun instalasi bioflok sederhana.Pada dasarnya bantuan ini adalah ide awal untuk membuat kolam bioflok sejenis dengan bahan yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Selanjutnya, di samping kelompok pembesaran lele, Sjarief juga menginginkan dibentuknya kelompok pembenihan untuk menyiapkan benih dan indukan yang dibutuhkan dalam usaha budidaya. Pasalnya, berkaca dari pengalaman di lokasi lain, pembudidaya pembesaran ikan lele sistem bioflok kesulitan mendapatkan benih setelah panen pertama atau kedua.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Muhammad Yahya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian KKP terhadap masyarakat Kotamobagu. Sebagai kota terkecil di Sulawesi Utara, menurut Yahya, luas wilayah Kotamobagu yang telah terbangun belum sampai setengahnya. Dengan demikian, masih tersedia wilayah yang luas yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan sektor perikanan maupun pertanian.

Menurut Yahya, Kotamobagu tidak memiliki laut sehingga potensi perikanan budidaya air tawar menjadi andalan masyarakat. Dari dulu masyarakat sekitar telah menekuni budidaya ikan mas, nila, koi, patin, dan bawal.

Yahya menuturkan bahwa pada awalnya, komoditas lele memang diabaikan masyarakat. Namun setelah munculnya lele jenis Sangkuriang yang banyak disukai masyarakat, usaha budidaya lele ini pun mulai dilirik. Saat ini bahkan pemasaran lele semakin meluas, tidak hanya di Kotamobagu melainkan hingga ke daerah lainnya di Sulawesi Utara.

“Mudah-mudahan dengan adanya percontohan ini kemampuan penyuluh dapat meningkat sehingga pemanfaatan sistem bioflok di Kotamobagu dapat mendorong produksi menjadi lebih baik lagi,” ia menambahkan untuk tahun ini juga ada ketambahan 6 unit bioflok untuk budidaya ikan nila dan saat ini sedang proses lelang dikementian ujarnya

Ketua Pokdakan Suka Maju Kota Kotamobagu, Mulyadi Tjiang juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, Pokdakan Suka Maju yang beranggotakan 10 orang tersebut sudah menekuni usaha budidaya ikan air tawar dan pembuatan pakan ikan sejak 2018 lalu. Namun usaha budidaya mereka tidak terlalu berkembang.

Mulyadi berharap, bantuan teknologi bioflok yang diberikan ini dapat meningkatkan produksi mereka dalam menghasilkan lele untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bantuan ini kami dapat melaksanakannya dan memeliharanya secara baik. Mudah-mudahan ini dapat lebih meningkatkan perekonomian kami,” ungkapnya.