ktg

Dibanderol Dengan Harga Variatif,Sambung Pucuk Bibit Tanaman Jadi Sumber Pendapatan Warga

0

KOTAMOBAGU– Akbar Damopolii Warga Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, adalah satu dari sekian banyak pemuda di Kotamobagu yang mengembangkan teknik sambung pucuk bibit tanaman.

Ia kini memanfaatkan keahliannya itu, menjadi sebuah peluang bisnis untuk mendatangkan keuntungan. Teknik sambung pucuk pada bibit setiap tanaman tentunya bukan perkara yang mudah, harus mempunyai skil dan juga keahliah yang mumpuni dibidang tanaman.

“Teknik sambung pucuk ini sudah saya geluti selama 10 tahun,” kata Pemuda asal Motoboi Kecil ini.

Untuk mengembangkan bisnis penjualan bibit tersebut, Akbar memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sarana media tanam. Sehingga saat ini dirinya mengoleksi berbagai varietas bibit tanaman buah untuk dijual.

“Buah dari hasil stek atau sambung pucuk yang tersedia diantaranya durian, kakao, alpukat rambutan dan lain–lain,” kata Akbar.

Dari bisnisnya itu, kini ia mampu meraup banyak keuntungan. “Biasanya sebulan sampai sepuluh jutaan,” sambung Akbar.

Ditambahkannya, adapun setiap bibit dari berbagai jenis tanaman ini dibanderol dengan harga bervariatif.

“Bibit durian dengan beberapa varietas sampai 70 ribu, Kakao 12 ribu sedangkan Alvokat dijual 40 ribu rupiah per pohonnya. Pembelinya dari dalam kota dan ada juga dari luar daerah seperti gorontalo, manado dan daerah lainya. Bisa juga pemesanan lewat WhatsApp di nomor 0853-4397-3206,” tandasnya (*)