Sertijab Ketua BEM UNIWARA, Qoomarudin Tekankan Pentingnya Aksi Nyata, Bukan Sekadar Retorika

756

Kota Pasuruan, indo-news.id – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Wiranegara (UNIWARA) menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus refleksi bagi mahasiswa untuk memperkuat peran intelektual, sosial, dan pengabdian kepada masyarakat, Rabu (21/10/2026).

Dalam momentum tersebut, Muhammad Qoomarudin, Ketua BEM UNIWARA periode sebelumnya, menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun kepemimpinan mahasiswa yang tidak sekadar berorientasi pada jabatan, rutinitas organisasi, maupun retorika, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Jangan sekadar kerja, kerbau pun bekerja. Jangan sekadar belajar, gajah pun pintar. Jangan sekadar ngomong, Prabowo pun ngomong. Jadi, jadilah manusia yang memiliki tujuan, hidup yang bermakna, dan mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar,” ujar Muhammad Qoomarudin.

Menurut Qoomarudin, mahasiswa tidak cukup hanya menjalankan aktivitas akademik dan organisasi sebagai formalitas. Mahasiswa harus memiliki tujuan yang jelas, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta berani menerjemahkan gagasan menjadi tindakan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia menegaskan, kepemimpinan mahasiswa perlu berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi bagi gerakan mahasiswa dalam membangun budaya akademik, mengembangkan kajian berbasis data, serta merespons berbagai persoalan sosial secara kritis, terukur, dan bertanggung jawab.

Bagi Qoomarudin, BEM bukan sekadar wadah untuk mengisi struktur kepengurusan atau menjalankan program kerja. Organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, penguatan nalar kritis, serta pengabdian yang berorientasi pada kepentingan mahasiswa dan masyarakat luas.

“Ukuran keberhasilan organisasi tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan. Jabatan boleh berganti, tetapi tanggung jawab moral untuk terus memberikan kontribusi tidak boleh berhenti,” menjadi pesan utama dalam refleksi pergantian kepemimpinan tersebut.

Sertijab Ketua BEM UNIWARA juga menandai peralihan tanggung jawab dari kepengurusan lama kepada kepengurusan baru. Proses ini menjadi kesempatan untuk menjaga kesinambungan organisasi, mengevaluasi capaian sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah strategis yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun, memperbaiki kekurangan, serta menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai akademik, demokrasi kampus, dan kepentingan bersama.

Pergantian ketua bukan sekadar perubahan nama dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, pergantian kepemimpinan menjadi ujian bagi keberlanjutan gagasan, konsistensi perjuangan, dan komitmen terhadap pengabdian.

Pesan Muhammad Qoomarudin menjadi pengingat bahwa jabatan dalam organisasi mahasiswa bersifat sementara. Sementara itu, nilai, integritas, dan manfaat dari sebuah perjuangan diharapkan terus hidup melampaui masa kepengurusan.

Sebab, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikerjakan selama menjabat, tetapi juga tentang nilai yang diwariskan dan manfaat yang ditinggalkan bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara merupakan organisasi eksekutif mahasiswa tingkat universitas yang berperan menampung aspirasi mahasiswa, mengembangkan kapasitas kepemimpinan, serta mendorong kontribusi mahasiswa dalam kehidupan akademik dan sosial.(Koko)