Kebocoran Pipa di Tol KM 31 Ganggu Pasokan Air Bersih Sejumlah Wilayah Bitung

0

BITUNG, Indo-news.id—Kebocoran pipa berdiameter 400 milimeter di ruas Jalan Tol KM 31, Kamis (15/10/2026), berdampak terhadap pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bitung. 

Menyikapi kejadian tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara langsung mengerahkan tim teknis untuk melakukan perbaikan agar distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal.

Direktur Perumda Air Minum Duasudara, Alfred Salindeho SE MM, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan yang terjadi akibat kebocoran pipa tersebut.

Alfred mengatakan, dirinya telah menginstruksikan tim teknis agar segera menangani kerusakan di lokasi. 

Perbaikan diharapkan dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga dampak terhadap pelanggan di wilayah terdampak bisa segera diatasi.

Pipa berdiameter 400 milimeter tersebut merupakan bagian dari jaringan distribusi air yang gangguan pelayanannya berdampak pada sejumlah kawasan. 

Berdasarkan informasi Perumda Air Minum Duasudara, wilayah yang terdampak berada pada zona pelayanan 2 serta zona 3 dan 4.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian kebocoran pipa ini. Tim teknis telah diinstruksikan untuk segera melakukan perbaikan agar pelayanan air bersih dapat kembali normal,” ujar Alfred Salindeho, Kamis (15/10/2026) 

Meski demikian, belum ada informasi mengenai penyebab kebocoran maupun estimasi waktu penyelesaian pekerjaan. 

Pelanggan di kawasan terdampak diharapkan memantau informasi lanjutan dari Perumda Air Minum Duasudara mengenai perkembangan perbaikan dan pemulihan distribusi air.

Berdasarkan daftar pemantauan pelayanan, dampak kebocoran pada zona 2 mencakup sejumlah kawasan, antara lain sebagian Candi Manangis, Candi Tatawa, Makalehi Erpak, Lorong Satal Atas, Kampung Parah Tanah Gusur, Lapangan Tembak, dan Perumahan Greenvile.

Gangguan juga dilaporkan berpotensi dirasakan pelanggan di Kompleks SMP 12 bagian atas, Kusu-Kusu Erpak bagian atas, Kampus STBM, kawasan Ibu Surih, Perumahan Pengungsi, serta kawasan Bhayangkara ABCD.

Sementara itu, gangguan pelayanan pada zona 3 dan 4 mencakup sejumlah kawasan permukiman, fasilitas pemerintahan, serta lingkungan masyarakat lainnya.

Wilayah yang masuk dalam daftar pemantauan antara lain Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Dinas DPRD, Perumahan Pemda, Nafiri, Kolombo Nafiri, Kolombo Aspal, Kolombo Kampis, Kolombo Vietnam, Kolombo Kamiri, dan Kolombo Perjuangan.

Dampak pelayanan juga mencakup kawasan Balai Latihan Kerja (BLK), kompleks belakang Masjid Syuhada, kompleks Gereja Zaitun, kompleks rumah dinas PDAM, Lorong 8 Madidir, Blakang Kodim, Kompleks Mawumalondo, Puncak Indah, serta kompleks bekas Puskesmas Paceda.

Selain itu, daftar wilayah terdampak meliputi Kompleks Metal Paceda, kompleks belakang kantor lurah Paceda, Paceda Lorong Satu, kompleks Tower Paceda, kompleks kubur Paceda, kompleks belakang Bonansa, dan kompleks bak 22 Paceda.

Kawasan lain yang turut masuk dalam pemantauan adalah kompleks kubur Wangurer Utara, kompleks belakang Rumah Sakit Bitung Tengah, Kakenturan Satu, Kakenturan Dua, Pardo, Nabati, Empang, Kampung Unyil Pateten, Perumahan San Paolo, serta kompleks bak Kakenturan Kampung Baru.

Luasnya daftar kawasan tersebut menunjukkan pentingnya percepatan penanganan kebocoran dan pemulihan distribusi air. 

Perumda Air Minum Duasudara berharap pekerjaan perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga aliran air bersih berangsur pulih.