Asap Karhutla Selimuti Bitung, Hengky Honandar Imbau Warga Gunakan Masker

1

BITUNG, Indo-news.id—Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di Kota Bitung mendorong Pemerintah Kota Bitung mengeluarkan imbauan kewaspadaan kesehatan bagi masyarakat. 

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, meminta warga meningkatkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap dan partikel debu halus.

Asap yang menyelimuti Kota Bitung disebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan lokal serta asap kiriman dari Kalimantan dan Papua, sebagaimana merujuk pada informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hengky Honandar mengatakan paparan asap dan partikel debu halus atau particulate matter, terutama ketika kondisi panas berlangsung dalam waktu panjang, dapat memicu gangguan kesehatan. 

Dampak yang perlu diwaspadai antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, serta berbagai gangguan pernapasan lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Bitung mengimbau masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan selama kondisi udara belum membaik.

“Warga Kota Bitung dianjurkan untuk selalu menggunakan masker respirator saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Hengky Honandar, Kamis (15/10/2026)

Menurutnya, penggunaan masker yang sesuai merupakan salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dari asap. 

Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menentukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara berkabut asap atau menimbulkan keluhan pernapasan.

Perhatian khusus turut diarahkan kepada anak-anak yang setiap hari menjalani kegiatan belajar di sekolah. 

Hengky Honandar meminta para orang tua memastikan anak-anak dibekali dan menggunakan masker saat berangkat maupun pulang sekolah.

Ia juga mengimbau tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK) dan sederajat di Kota Bitung, agar aktif memperhatikan kondisi kesehatan siswa.

“Semua tenaga pendidik, dengan adanya bencana ini, kiranya bisa fokus pada kondisi kesehatan siswa dengan mulai membatasi kegiatan olahraga atau aktivitas di lapangan terbuka, serta memastikan para siswa tetap memakai masker di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Hengky, langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko paparan asap selama siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar. 

Sekolah diharapkan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi lingkungan dan memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Selain anak-anak, Hengky mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru.

Kelompok tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. 

Upaya ini bertujuan meminimalkan paparan asap yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan.

Warga juga diimbau menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika asap masih pekat. 

Jika memungkinkan, masyarakat dapat memilih beraktivitas di dalam ruangan dengan mengurangi masuknya asap dari luar.

“Warga Kota Bitung kiranya dapat membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan, terutama bagi kelompok rentan, termasuk balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru,” ungkapnya.

Hengky turut mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan konsumsi air putih dan memperhatikan asupan makanan bergizi selama menghadapi kondisi tersebut.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar asap. 

Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Jika ada keluhan kesehatan, cepat langsung ke puskesmas atau pusat kesehatan lainnya,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla sekaligus menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi masing-masing.

Kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk melindungi kelompok rentan serta mengurangi risiko gangguan kesehatan. 

Pemerintah Kota Bitung berharap masyarakat mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan imbauan resmi dari instansi berwenang selama kondisi asap masih berlangsung.