Tiga Titik Karhutla Terdeteksi, Kotamobagu Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor
KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu bersama TNI, Polri dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah tiga titik kebakaran tercatat terjadi di wilayah tersebut.
Penguatan kesiapsiagaan dibahas dalam rapat koordinasi Karhutla Kota Kotamobagu 2026 di Kantor BPBD Kota Kotamobagu, Kamis (20/08/2026).
Kepala BPBD Kota Kotamobagu Asriyanti S.T., M.M., mengatakan tiga lokasi yang telah mengalami Karhutla berada di Kelurahan Kotobangun, Kelurahan Motoboi Kecil dan Desa Passi.
BPBD telah membentuk tim siaga Karhutla. Tim tersebut akan diperkuat melalui koordinasi dengan Damkar dan unsur lainnya untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.
Rapat dihadiri antara lain Kabag Ops Polres Kotamobagu Kompol Rusdin Zima yang mewakili Kapolres Kotamobagu dan Pasi Ops Kodim 1303/Bolmong Kapten Inf Demeysus Abraham yang mewakili Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo S.H., M.I.P. Para kepala bidang BPBD serta camat atau perwakilannya juga mengikuti kegiatan tersebut.
Sejumlah langkah pencegahan disepakati dalam rapat. Di antaranya patroli bersama, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, penempatan personel pada titik tertentu serta penyampaian informasi mengenai ancaman sanksi hukum bagi pelaku pembakaran yang melanggar ketentuan.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan PDAM untuk mengaktifkan kembali hidran yang tidak berfungsi. Selain itu, BPBD akan menyurati Danyon TP 868/Bantong Sakti untuk meminta dukungan unit mobil pemadam kebakaran apabila diperlukan dalam penanganan Karhutla.
Kapten Inf Demeysus Abraham mengatakan TNI siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan. “Sinergi menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla. TNI siap mendukung upaya pencegahan dan penanganan bersama agar setiap kejadian dapat direspons dengan cepat, terkoordinasi dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kebakaran terjadi. Koordinasi antarunsur, patroli dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting untuk menekan potensi Karhutla.
Rapat tersebut ditutup setelah peserta menyepakati langkah dan pembagian dukungan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kota Kotamobagu.(Farisa)