Jalan Rusak di Kota Bitung Bikin Resah Pengguna dan Pelaku Industri, BPJN Janji Segera Turun Tangan

0

BITUNG, Indo-news.id — Kondisi jalan nasional di Kota Bitung kembali menuai sorotan tajam. 

Kerusakan yang terjadi di sejumlah ruas jalan dinilai semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan tersebut setiap hari.

Sebagai salah satu pusat industri dan ekonomi di Sulawesi Utara, Kota Bitung memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi. 

Truk-truk besar pengangkut barang dan logistik menjadi pemandangan sehari-hari. 

Namun, kondisi jalan nasional yang rusak justru dinilai tidak sebanding dengan beban lalu lintas yang harus ditanggung.

Pemerhati Kota Bitung, Sany Kakauhe, secara tegas menyoroti situasi ini.

Sany menilai pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara harus memberikan perhatian dan prioritas khusus terhadap perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

“Bitung ini adalah pusat aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara. Hampir setiap hari kendaraan tonase besar lalu lalang. Kalau kondisi jalan rusak seperti sekarang, ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Sany Kakauhe, Kamis (9/4/2026)

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. 

Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan masyarakat luas.

“Ini tanggung jawab BPJN Sulawesi Utara. Mereka harus secepatnya melakukan perbaikan sebelum ada korban,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Sulawesi Utara wilayah Bitung, Steven Dotulong, mengakui bahwa kondisi jalan di beberapa titik memang belum mendapatkan penanganan permanen. 

Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara.

“Iya, di titik itu memang belum masuk anggaran untuk penanganan permanen. Tahun lalu hanya dilakukan tambal sulam,” ungkap Dotulong saat dikonfirmasi.

Meski demikian, ia memastikan bahwa tahun ini BPJN Sulawesi Utara akan mengambil langkah perbaikan yang lebih serius. 

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pengupasan lapisan aspal yang sudah bergelombang, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan struktur jalan.

“Tahun ini akan dicoba dikupas lapisan aspal paling atas yang sudah bergelombang, kemudian dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Dotulong juga menambahkan bahwa pihaknya telah menjadwalkan peninjauan lapangan untuk mempercepat proses penanganan. 

Bahkan, ia memastikan bahwa dalam waktu dekat akan ada tindakan nyata dari BPJN.

“Hari ini sudah ada tim yang turun melihat kondisi di lapangan. Pekan ini sudah ada action,” tegasnya.

Pernyataan tersebut diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat dan pengguna jalan di Kota Bitung. 

Namun demikian, publik masih menunggu realisasi konkret di lapangan, mengingat kondisi jalan yang ada saat ini dinilai sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

Dengan peran strategis Bitung sebagai kota industri dan pusat distribusi, perbaikan jalan nasional menjadi kebutuhan mendesak. 

Infrastruktur yang layak tidak hanya menunjang kelancaran ekonomi, tetapi juga menjadi faktor utama dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.