Oknum Stafsus Gubernur Dilaporkan Dugaan Cabul, LKBH Korpri Pemprov Sulut Tegaskan Tidak Ada Kaitan Dengan Gubernur Dan Dorong APH Usut Tuntas Laporan Korban

0

SULUT – Dugaan perbuatan tak senonoh yang diduga dilakukan oleh oknum staf khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang terjadi disalah satu rumah makan di kaqasan Sario,Kota Manado mencoreng nama baik gubernur.

Koordinator Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Korps Pegawai Republik Indonesia (LKBH Korpri) Pemprov Sulut, Advokat Marcel Mewengkang, menanggapi isu yang berkembang dan viral di media sosial. ‎

Ditegaskan Marcel, kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara maupun institusi Pemerintah Provinsi Sulut.

‎Ia menjelaskan, dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan seorang perempuan merupakan persoalan pribadi yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum oleh oknum yang bersangkutan. ‎

“Perlu kami luruskan, kasus ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara. Ini adalah urusan pribadi dan perbuatan individu yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum,”kata dia, Minggu (01/02/2026).

‎Ia menambahkan, pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk memproses laporan tersebut secara profesional dengan menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh agar perkara menjadi terang.

‎“Siapa pun yang terlibat wajib menghormati proses hukum. Tidak ada kaitan dengan Gubernur ataupun institusi pemerintah dalam persoalan yang bersifat pribadi,” tegasnya.

‎Sebelumnya diberitakan, seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulut diduga melakukan pelecehan seksual dengan memegang bagian bokong seorang wanita saat berada di rumah makan di kawasan Sario. ‎

Merasa dilecehkan, korban langsung bereaksi dan menyiram kepala terduga pelaku dengan air. ‎Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan guna menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.