Babinsa Hadir Sebagai Penyejuk, Mediasi Sengketa Warisan di Bilalang Berakhir Damai

0

BOLMONG –  Kepedulian TNI AD melalui peran Babinsa kembali terlihat nyata di tengah masyarakat. Babinsa Koramil 1303-02/Passi Sertu Muhammad Ingrin, turut ambil bagian dalam kegiatan mediasi laporan perkara warisan rumah milik almarhumah Ibu Benjo Mokoginta, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Bilalang Kabupaten Bolaang Mongondow, Rabu (14/01/2026) kemarin.

Kegiatan mediasi tersebut berlangsung sejak pukul 09.30 Wita dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta pihak-pihak yang bersengketa. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bilalang Ibu Sitti Sholeha Mokoginta, SP, Plt Sekcam Bilalang Bapak Rusmin Nokodongan, Kasi Trantib Ibu Nurtetimadi, Babinsa Sertu Muhammad Ingrin, Bhabinkamtibmas Aipda Junaidi M, serta empat orang pihak keluarga yang dimediasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa, kemudian sambutan Plt Sekcam Bilalang, dan dilanjutkan dengan diskusi serta proses mediasi yang berlangsung secara terbuka, tenang, dan mengedepankan musyawarah kekeluargaan. Seluruh pihak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan masing-masing secara bijak.

Dalam proses tersebut, Babinsa Sertu Muhammad Ingrin berperan aktif sebagai pendamping dan penenang suasana, membantu menciptakan komunikasi yang kondusif agar permasalahan dapat diselesaikan tanpa konflik berkepanjangan. Kehadiran Babinsa bersama unsur terkait menjadi wujud sinergi TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah.

Babinsa Sertu Muhammad Inggrin menuturkan, “Pendekatan musyawarah dan kekeluargaan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Babinsa akan terus mendukung upaya-upaya yang menjaga ketenteraman dan keharmonisan wilayah binaan,” ucapnya.

Hasilnya, pada pukul 11.20 Wita, seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan tertib, aman, dan disepakati secara damai oleh pihak-pihak yang bersengketa. Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan musyawarah masih menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. (Farisa)