Kota Surabaya, indo-news.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sampang menyoroti audiensi BEM Madura Raya bersama DPRD Provinsi Jawa Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Madura yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (5/10/2026).
BEM Sampang memandang audiensi tersebut sebagai bagian penting dari proses demokrasi sekaligus bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Namun, BEM Sampang menyayangkan ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Madura dalam agenda tersebut.
Menurut BEM Sampang, kondisi tersebut menjadi catatan serius karena substansi yang dibawa dalam audiensi bukan sekadar persoalan sektoral mahasiswa, melainkan menyangkut kepentingan masyarakat Madura secara luas, khususnya terkait persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.
BEM Sampang juga menyatakan tidak menerima dan menolak jawaban yang disampaikan oleh pihak DPRD Jawa Timur yang hadir dalam audiensi. Mereka menilai respons tersebut belum memberikan arah kebijakan yang konkret, terukur, serta memiliki indikator penyelesaian yang jelas.
Bagi BEM Sampang, penyampaian aspirasi tidak boleh berhenti pada mekanisme administratif berupa menerima aspirasi dan menyampaikannya kepada pihak lain.
Aspirasi, menurut mereka, harus memiliki tindak lanjut kebijakan, target penyelesaian, serta bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
BEM Sampang mengingatkan bahwa anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil Madura memperoleh mandat dari masyarakat Madura. Karena itu, mandat tersebut dinilai harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat dan perjuangan terhadap berbagai persoalan pembangunan yang masih terjadi di Madura.
BEM Sampang menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, objektif, dan konsisten.
Mahasiswa, kata mereka, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan.
“Demokrasi tidak cukup hanya dengan keterwakilan. Demokrasi harus menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan bagi rakyat,” tegas BEM Sampang.(Koko)