Gunung Tinembe Terbakar, Semangat Gotong Royong Warga dan TNI Hadang Api
BOLAANG MONGONDOW UTARA – Kebakaran melanda kawasan Gunung Tinembe di Desa Kaimanga, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Selasa (15/9/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.15 WITA itu diperkirakan menghanguskan sekitar enam hektare areal hutan. Menurut keterangan Pemerintah Desa Kaimanga, api berasal dari sisa kebakaran lahan perkebunan di Desa Paku yang kemudian merambat ke kawasan Gunung Tinembe.
Kondisi tersebut segera dilaporkan kepada Babinsa Koramil 1303-14/Bolangitang. Pemerintah desa bersama Babinsa kemudian berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran untuk mencegah api menjalar ke permukiman.
Sekitar pukul 14.30 WITA, Babinsa bersama aparat desa dan warga melakukan pemadaman secara manual. Mereka juga membuat batas api untuk memperlambat pergerakan kobaran. Upaya itu berhasil mengendalikan api yang bergerak ke arah permukiman. Sekitar pukul 16.25 WITA, bagian api yang mengancam rumah warga berhasil dipadamkan.
Meski demikian, sejumlah titik api di bagian atas Gunung Tinembe masih belum dapat dijangkau. Medan yang berada di ketinggian serta tidak adanya akses jalan menuju titik api menjadi kendala bagi kendaraan pemadam.
Petugas kemudian memusatkan penanganan pada titik api yang masih dapat dijangkau kendaraan pemadam. Babinsa, aparat desa, masyarakat dan tim pemadam tetap bersiaga di lokasi.
Jarak titik api dengan permukiman diperkirakan sekitar 40-50 meter. Sebanyak satu personel TNI AD, lima personel BPBD dan tim pemadam kebakaran serta sekitar 35 warga terlibat dalam penanganan kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara pendataan kerugian material masih dilakukan.
Ditempat terpisah, Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Dalam kondisi kering, sumber api sekecil apa pun dapat dengan cepat menyebar,” ucap Dandim Bolmong.
Dandim juga menekankan pentingnya pelaporan cepat apabila masyarakat menemukan titik api. “Kita tidak boleh menunggu api membesar. Kecepatan informasi dan respons bersama menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang dan mengancam masyarakat,” tutur Dandim 1303/Bolmong.(Farisa)