Peringatan Hardiknas dan Otonomi Daerah 2026 di Kota Bitung Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

0

BITUNG, Indo-news.id—Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. 

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di lapangan kantor Wali Kota Bitung dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga pendidik, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar S.E, bertindak sebagai pembina upacara. 

Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian serta pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyoroti pentingnya peran otonomi daerah dan pendidikan dalam pembangunan nasional.

Wali Kota, Hengky Honandar serahkan berkas ke pihak swasta.

Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia. 

Otonomi daerah dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata di berbagai wilayah.

Tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta mempercepat pencapaian tujuan nasional.

Di antaranya adalah integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta peningkatan kolaborasi antarwilayah. 

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas daerah dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan responsif.

Pemerintah daerah juga didorong untuk lebih tanggap terhadap berbagai tantangan global yang semakin kompleks. 

Beberapa isu penting yang menjadi perhatian antara lain ketahanan pangan, ketahanan energi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang pesat. 

Salah satu siswa SMP saat menerima bingkisan yang diserahkan Wali Kota, Hengky Honandar.

Respons yang cepat dan tepat dari pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.

Sementara itu, dalam pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang turut dibacakan, disampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia sekaligus membangun karakter bangsa. 

Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai-nilai moral dan karakter peserta didik.

Mengacu pada ajaran Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus berlandaskan prinsip asah, asih, dan asuh. 

Prinsip ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan intelektual, kasih sayang, dan pembinaan dalam proses pendidikan.

Pemerintah juga menekankan sejumlah kebijakan prioritas di sektor pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning. 

Pendekatan ini didukung oleh lima strategi utama, yaitu revitalisasi dan digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, penguatan karakter siswa, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.

Upacara ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bitung untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos, Ketua TP PKK Ellen Honandar Sondakh SE, Sekretaris Jacinta Marrybell, serta jajaran Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bitung, termasuk ASN, guru, dan PPPK.

Dengan terselenggaranya upacara ini, diharapkan semangat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah dapat terus menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bitung.