Jamin Kualitas Panen, Babinsa Koramil Lolak Dampingi Petani Pindol Basmi Hama Jagung
BOLMONG – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan terus dibuktikan oleh jajaran Babinsa di wilayah Bolaang Mongondow. Bertempat di Desa Pindol, Kecamatan Lolak, Babinsa Koramil 1303-11/Lolak, Serka Jenson Wowor, turun langsung mendampingi petani melakukan penyemprotan hama daun pada tanaman jagung, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) ini menyasar lahan seluas kurang lebih satu hektare milik Bapak John Masambe. Fokus pendampingan kali ini adalah perawatan tanaman jagung varietas Pertiwi 5 yang tengah memasuki masa pertumbuhan krusial dan rentan terhadap serangan hama.
Tanpa canggung, Serka Jenson membaur bersama petani, memanggul alat semprot, dan terjun langsung ke tengah lahan. Sambil bekerja, ia berdialog mengenai kendala pertanian yang dihadapi warga binaannya, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat di tengah aktivitas lapangan.
“Pendampingan ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk selalu menjadi mitra strategis bagi petani. Melalui aksi langsung seperti ini, kami ingin memastikan produktivitas pertanian warga tetap terjaga, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan mereka,” ujar Serka Jenson.
Ia menekankan bahwa langkah antisipasi melalui penyemprotan hama daun sangat penting untuk mencegah penurunan kualitas hasil panen serta memastikan pertumbuhan jagung tetap optimal hingga masa panen tiba.
Bapak John Masambe, selaku pemilik lahan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kepedulian Babinsa. Menurutnya, kehadiran Serka Jenson Wowor tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi para petani di Desa Pindol.
“Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran Bapak Babinsa membuat kami merasa tidak sendirian dalam mengolah lahan, terutama saat menghadapi kendala hama seperti sekarang. Kami merasa sangat diperhatikan,” ungkap John.
Aksi ini kembali menegaskan peran Babinsa bukan hanya sebagai penjaga stabilitas wilayah, melainkan juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga binaan.(Farisa)
