Laksamana Muda TNI Deri Triesananto Suherdi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Adat Sulawesi Utara

0

BITUNG, Indo-news.id — Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Deri Triesananto Suherdi SE, M.Tr.Opsla, resmi dikukuhkan sebagai warga kehormatan adat Sulawesi Utara dengan gelar adat Mengaley Tonaas Wangko. 

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di sela-sela peresmian patung pahlawan lokal Samuel Languyu yang digelar di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung, Kamis (15/1/2026).

Prosesi pengukuhan menjadi momen penting yang menegaskan hubungan harmonis antara institusi TNI Angkatan Laut dengan masyarakat adat Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung yang dikenal sebagai salah satu wilayah strategis pertahanan laut nasional. 

Gelar adat Mengaley Tonaas Wangko merupakan simbol kehormatan tertinggi yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki kepemimpinan, pengaruh, serta kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat.

Komandan Satrol Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, E.D., S.E., M.Tr.Hanla, CRMP, menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut memiliki makna historis dan simbolis. 

Kolonel Marvil menegaskan bahwa Laksamana Muda TNI Deri Triesananto Suherdi merupakan komandan pertama Kodaeral VIII yang menyandang pangkat bintang dua, sebuah capaian yang mencerminkan prestasi, dedikasi, dan kepercayaan institusi terhadap kepemimpinan beliau.

“Penganugerahan gelar adat ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat Sulawesi Utara atas dedikasi dan kepemimpinan Laksamana Muda TNI Deri Triesananto Suherdi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan laut, khususnya di wilayah kerja Kodaeral VIII,” ujar Kolonel Marvill yang merupakan putra asli Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos, Kapolres Bitung, Dandim 1310/Bitung, Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla), serta jajaran pejabat TNI, Polri, dan undangan lainnya. 

Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Bitung dan Kodaeral VIII. 

Menurutnya, peran TNI AL sangat penting tidak hanya dalam menjaga keamanan laut, tetapi juga dalam mendukung stabilitas wilayah, aktivitas ekonomi maritim, serta kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Peresmian patung Samuel Languyu yang dirangkaikan dengan pengukuhan adat ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan keberanian yang diwariskan oleh para tokoh daerah Sulawesi Utara. 

Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh Laksamana Muda TNI Deri Triesananto Suherdi dalam menjalankan tugas negara.

Dengan pengukuhan sebagai warga kehormatan adat Sulawesi Utara, diharapkan hubungan emosional dan kultural antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. 

Hal ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan laut, memperkuat pertahanan negara, serta mendorong pembangunan daerah berbasis kemaritiman di Kota Bitung dan wilayah Sulawesi Utara secara keseluruhan.