BOLMONG– Dalam pernyataan resmi yang tegas dan terbuka, Deker membantah keras seluruh pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan aktivitas pertambangan ilegal serta kepemilikan gudang penyimpanan sianida. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut adalah fitnah dan bentuk pencemaran nama baik yang serius tanpa dasar kebenaran.
Pernyataan ini disampaikan Deker kepada awak media pada Rabu (14/1/2026). Ia secara eksplisit menyatakan tidak terlibat dalam operasi tambang di lokasi yang santer diberitakan. Sebaliknya, ia mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sedang beristirahat dan tidak menjalankan kegiatan usaha apa pun, terutama di sektor pertambangan.
“Saya tegaskan, saya tidak pernah dan tidak sedang melakukan aktivitas tambang di lokasi tersebut. Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar,” ujar Deker dengan nada tegas.
Terkait kabar keberadaan gudang sianida yang dikaitkan dengan namanya, Deker menyebut hal itu sebagai informasi palsu atau hoaks. “Itu murni fitnah. Faktanya, tidak pernah ada gudang sianida seperti yang diberitakan. Isu ini telah melampaui batas dan sangat merugikan nama baik saya,” tambahnya.
Deker sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak terverifikasi tersebut, terlebih di tengah situasi pascabencana yang seharusnya menjadi momentum untuk fokus pada pemulihan. Menurutnya, penyebaran berita miring hanya akan memperkeruh keadaan, menciptakan kepanikan, serta merusak kepercayaan masyarakat.
Melalui klarifikasi ini, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi. Ia mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya dan selalu merujuk pada keterangan resmi.
Di sisi lain, Deker juga mengingatkan pentingnya etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan. Ia mengharapkan media selalu mengedepankan prinsip konfirmasi,check and re-check serta keberimbangan sebelum menyebarkan informasi ke khalayak luas.
“Klarifikasi adalah hak fundamental sebelum sebuah tuduhan disebarluaskan kepada publik,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusannya, Deker membuka ruang dialog bagi pihak mana pun yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Namun, ia juga menegaskan kesiapannya untuk menempuh jalur hukum jika fitnah dan pencemaran nama baik ini terus berlanjut.
Ia berharap dengan adanya klarifikasi ini, opini publik tidak lagi disesatkan oleh informasi yang keliru. Deker berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwajib guna mengakhiri spekulasi dan memulihkan nama baiknya. (A. Katili)