PAD Kota Bitung Tembus Rp 74,4 Miliar Hingga September 2025

0

BITUNG, Indo-news.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga September 2025 telah mencapai Rp 74,4 miliar, atau 62 persen dari target tahunan sebesar Rp 120 miliar. 

Angka ini dinilai menjadi sinyal positif dalam upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, menyebutkan sektor pajak daerah masih menjadi penopang utama pendapatan kota.

“Realisasi pajak daerah hingga September sudah mencapai Rp 65 miliar dari target Rp 94 miliar atau sekitar 69 persen,” ungkap Theo Rorong, Kamis (2/10/2025).

Ia menjelaskan, capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sepanjang Januari–Desember 2024, total PAD yang berhasil dihimpun hanya sebesar Rp 73 miliar dari target Rp 111 miliar. 

Sementara itu, pajak daerah pada tahun yang sama hanya mencapai Rp 61 miliar dari target Rp 81 miliar.

“Artinya, capaian PAD hingga September 2025 sudah melampaui total PAD yang terkumpul sepanjang tahun 2024. Ini menunjukkan kinerja yang lebih baik dan tren yang menggembirakan,” tambahnya.

Namun, Theo mengakui masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, khususnya dalam sektor retribusi daerah. 

Dari target Rp 15,9 miliar yang ditetapkan, realisasi hingga September baru mencapai Rp 3 miliar atau sekitar 18 persen.

“Untuk retribusi, kami perlu strategi lebih agresif melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat agar kewajiban retribusi bisa terpenuhi. Beberapa retribusi yang harus digenjot antara lain retribusi parkir, retribusi sampah, serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG),” terangnya.

Theo Rorong menambahkan bahwa Pemkot Bitung melalui Bapenda terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong peningkatan PAD. 

Beberapa langkah yang diterapkan di antaranya inovasi digitalisasi pembayaran, peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, serta pengawasan lapangan yang lebih ketat.

“Target PAD sebesar Rp 120 miliar pada 2025 masih realistis untuk dicapai dengan kerja keras bersama. Kami optimistis dapat mendekati bahkan melampaui target tersebut dengan dukungan dari seluruh stakeholder dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi,” ujarnya.

Capaian PAD yang menanjak ini menunjukkan keseriusan Pemkot Bitung dalam memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi sumber pendapatan asli daerah. 

Dengan kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan target yang telah ditetapkan tidak hanya tercapai tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi pembangunan daerah.